Ridwai Usul Satu Koperasi untuk Beberapa Kampung di Kubar

  • 31 Mar 2026 09:37 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Ketua DPRD Kutai Barat, Ridwai, mengusulkan pembentukan koperasi lintas kampung sebagai solusi yang lebih realistis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah. Ia menilai, satu koperasi yang mencakup beberapa kampung akan lebih efektif dibandingkan membentuk koperasi di setiap desa.

Menurut Ridwai, model koperasi gabungan dapat memperkuat jumlah anggota sekaligus meningkatkan skala usaha. Dengan jumlah anggota yang lebih banyak, koperasi dinilai memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.

“Kalau lima kampung digabung dalam satu koperasi, itu lebih masuk akal dan berpotensi berkembang,” ujarnya di kantor DPRD Kubar, Senin 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan, kondisi geografis serta jumlah penduduk di Kutai Barat menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam pembentukan koperasi. Pasalnya banyak kampung di daerah ini memiliki jumlah penduduk terbatas, sehingga jika berdiri sendiri, koperasi berisiko kesulitan dalam menjalankan aktivitas ekonomi.

Ridwai mencontohkan kampung dengan jumlah penduduk sekitar 300 hingga 400 jiwa. Dalam kondisi tersebut, menurutnya, koperasi akan sulit memenuhi kebutuhan operasional, mulai dari perputaran modal, pengembangan usaha, hingga pembiayaan karyawan.

“Kalau anggotanya sedikit, usaha yang dijalankan juga terbatas. Akhirnya koperasi tidak berjalan maksimal,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembentukan koperasi secara kuantitas, tetapi lebih memperhatikan kualitas dan keberlanjutan usaha. Menurutnya, penggunaan anggaran negara harus diarahkan pada kegiatan yang benar-benar produktif dan berdampak bagi masyarakat.

Selain itu, Ridwai menilai pendekatan koperasi lintas kampung dapat meminimalkan risiko kegagalan. Dengan penggabungan beberapa kampung, potensi ekonomi yang ada bisa dihimpun secara bersama sehingga lebih kuat dalam menghadapi persaingan.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya kajian yang matang sebelum kebijakan tersebut dijalankan. Kajian harus mempertimbangkan potensi ekonomi, jumlah penduduk, serta kesiapan sumber daya manusia di masing-masing wilayah.

Ridwai juga mengingatkan agar keberadaan koperasi tidak justru mematikan usaha kecil yang sudah berjalan di masyarakat. Ia berharap koperasi dapat menjadi mitra bagi pelaku usaha lokal, bukan pesaing yang merugikan.

“Koperasi harus hadir untuk memperkuat ekonomi masyarakat, bukan sebaliknya. Jangan sampai mematikan usaha masyarakat kecil,” kata Ridwai tegas.

Wakil rakyat asal Sekolaq Darat ini pun mendorong pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan yang adaptif dan sesuai dengan karakteristik wilayah Kutai Barat, sehingga koperasi yang dibentuk benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....