Hidupkan Ekonomi, Kampung Purwodadi Kubar Padukan KDMP dengan Wisata Desa

  • 11 Apr 2026 18:33 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Kampung Linggang Purwodadi, Kecamatan Linggang Bigung, mengambil langkah inovatif dengan memadukan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan pengembangan kawasan wisata desa.

Petinggi Linggang Purwodadi, Suprianto, mengatakan pembangunan KDMP tetap berjalan meski terkendala keterbatasan lahan strategis. Sebagai solusi, pemerintah kampung memilih lokasi yang berdekatan dengan kawasan wisata yang tengah dikembangkan.

Ia menjelaskan, kawasan wisata tersebut sudah mulai berjalan dengan sejumlah fasilitas sederhana, seperti wahana permainan air dan rencana pengembangan agrowisata.

“Wisata sudah kita mulai garap. Sekarang sudah ada kolam mainan bebek-bebekan, dan kita juga punya enam keramba di lokasi itu,” ujarnya kepada RRI Sendawar, Sabtu 11 April 2026.

Menurutnya, keberadaan KDMP di kawasan tersebut diharapkan menciptakan sinergi antara sektor ekonomi dan pariwisata desa. Pengunjung wisata dapat mengenal koperasi, sementara aktivitas koperasi juga mendapat dukungan dari keramaian kawasan tersebut.

“Gerai KDMP rencananya di situ, supaya dekat keramaian. Orang ke wisata bisa lihat koperasi, yang ke koperasi juga bisa lihat wisata,” katanya.

Suprianto mengakui, secara teknis lokasi tersebut memang tidak sepenuhnya memenuhi kriteria ideal. Namun, keterbatasan lahan di kampung membuat pilihan lokasi menjadi sangat terbatas.

“Awalnya kami kesulitan cari lahan, tetapi berkat dukungan masyarakat kami putuskan bangun di atasnya tempat wisata yang sudah mulai kembangkan,” ucapnya.

Ia berharap, KDMP nantinya menghadirkan usaha yang tidak berbenturan dengan usaha masyarakat yang sudah ada, melainkan saling melengkapi kebutuhan di kampung.

“Harapannya ada usaha yang belum ada di masyarakat, jadi bisa saling menopang. Biar kampung ini lebih lengkap dari sisi ekonomi,” kata Supri.

Sebelumnya, pembangunan KDMP di Purwodadi sempat terkendala karena tidak tersedianya lahan datar di pinggir jalan sesuai kriteria awal. Namun, pemerintah kampung tetap mendorong pembangunan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Sementara itu, Kodim 0912/Kutai Barat sebagai penanggungjawab pembangunan KDMP menegaskan penentuan lokasi tetap mengacu pada aspek kelayakan dan potensi ekonomi. Dandim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, menyebut setiap desa memiliki tantangan berbeda dalam penyediaan lahan.

“Prinsipnya, kita dorong lokasi yang mendukung aktivitas ekonomi. Tapi kondisi di lapangan memang perlu penyesuaian,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....