Gubernur Jateng Dorong 4,2 Juta UMKM Naik Kelas

  • 07 Okt 2026 15:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong sekitar 4,2 juta UMKM mikro di Jawa Tengah naik kelas agar memberikan dampak ekonomi lebih besar. Pengembangan UMKM menjadi penting untuk memperkuat perekonomian daerah di tengah kondisi geopolitik dan keterbatasan fiskal.

Ahmad Luthfi mengatakan UMKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Jawa Tengah. Karena itu, pengembangan usaha perlu dilakukan secara bertahap dari skala mikro hingga mampu menembus pasar nasional dan ekspor.

“Kita tahu bahwa UMKM merupakan salah satu urat nadi daripada Provinsi Jawa Tengah yang jumlahnya mikro itu 4,2 juta UMKM. Dan dia harus mempunyai dampak dan naik kelas,” ujarnya usai mengikuti Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Tengah di Muladi Dome Semarang, Rabu 7 Oktobder 2026

Menurutnya, pemerintah kabupaten dan kota memiliki tanggung jawab mendorong usaha mikro menjadi usaha kecil. Sementara pemerintah provinsi berperan mendorong usaha kecil berkembang menjadi menengah hingga mampu memperluas pasar ke tingkat ekspor. “Mulai dari mikro menjadi kewajiban para bupati wali kota, naik kelas menjadi kecil kewajiban provinsi, menengah, juga ekspor,” katanya.

Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov Jawa Tengah melalui Bank Jateng memberikan dukungan pembiayaan dengan bunga enam persen, sedangkan dari sisi pemasaran dilakukan pembinaan mulai dari pengemasan hingga strategi pemasaran. “Di saat geopolitik, kemudian keterbatasan fiskal, UMKM kita harus bisa naik kelas dengan cara, satu, dari akses permodalan. Bank Jateng sudah meng-cover bunga enam persen,” jelasnya.

Ahmad Luthfi menilai kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di Jawa Tengah.

Dalam Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Tengah, Universitas Diponegoro menjadi salah satu yang mempertemukan mahasiswa, pelaku UMKM dari kabupaten dan kota, pemerintah serta berbagai pihak pendukung. “Sehingga kita bisa tumbuh berkembang bersama, sehingga collaborative government ini kita ciptakan. Jawa Tengah sudah 5,80 persen pertumbuhan, di atas nasional,” katanya.

Terkait digitalisasi, Ahmad Luthfi mengatakan banyak pelaku UMKM mulai memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan usaha dan pemerintah akan terus melakukan pendampingan. “Sekarang akses untuk UMKM yang banyak sudah digitalisasi. Nanti dinas kita yang mengampu, dinas kabupaten kota, dinas wali kota, dinas provinsi bersama-sama untuk mereduksi mereka,” ujarnya.

Sinergi lintas pemerintahan tersebut diharapkan memperkuat pembiayaan, pemasaran, digitalisasi, dan pendampingan agar UMKM Jawa Tengah mampu naik kelas serta memperluas pasar hingga nasional dan ekspor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....