Event Keagamaan dan Pembiayaan Syariah Bisa Jadi Penguat Ekonomi Jateng

  • 06 Okt 2026 16:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah tidak hanya dapat mengandalkan industri makanan halal. Akan tetapi, juga perlu diperkuat melalui pariwisata, event keagamaan, ruang usaha, serta akses pembiayaan syariah.

Pengamat ekonomi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Heri Prabowo, S.E., M.M., mengatakan berbagai momentum keagamaan dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, perayaan hari besar Islam dapat dikembangkan melalui penyediaan lapak, ruang usaha, dan kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM.

Sejumlah kawasan yang identik dengan aktivitas masyarakat muslim, seperti pondok pesantren dan kawasan kauman, juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan. "Kauman identik dengan kegiatan-kegiatan Islami dan itu bisa dimanfaatkan untuk ruang transaksi terkait dengan ekonomi syariah itu sendiri," katanya dalam wawancara bersama RRI, Selasa 6 Oktober 2026.

Selain event keagamaan, sektor pariwisata Jawa Tengah juga dinilai dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi syariah. Pengembangan industri hospitality serta kegiatan berbasis keagamaan dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Heri juga mendorong penguatan kolaborasi antara pelaku UMKM, investor, dan lembaga pembiayaan syariah. Event khusus yang memperkenalkan potensi ekonomi syariah Jawa Tengah dinilai dapat menjadi sarana mempertemukan ketiga unsur tersebut.

Di sisi lain, keberadaan perbankan syariah di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah perlu dioptimalkan. Menurut Heri, layanan bank syariah tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan ibadah seperti tabungan haji, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan usaha dan penanaman modal berbasis syariah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga dinilai perlu mengoptimalkan sarana dan prasarana yang sudah tersedia. Selain itu, juga memperkuat regulasi dan dukungan terhadap pelaku usaha.

"Potensinya sangat besar. Kita bisa melihat dari jumlah penduduk Jawa Tengah yang sangat besar, kemudian mayoritas penduduk yang muslim, sehingga ini menjadi pasar yang potensial," katanya.

Heri menilai penguatan promosi, ruang pemasaran, akses pembiayaan, regulasi, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci agar potensi ekonomi syariah Jawa Tengah dapat digarap lebih optimal. Dengan strategi tersebut, Jawa Tengah dinilai memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi syariah unggulan di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....