Progres Perbaikan Jembatan Rahtawu - Semliro Capai 87,31%

  • 03 Okt 2026 14:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Perbaikan Jembatan Rahtawu-Semliro yang berada di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, telah memasuki tahap akhir. Hingga awal Oktober 2026, progres pekerjaan sudah mencapai 87,31 persen. Saat ini, pekerja lapangan sedang merampungkan pekerjaan tambahan berupa pengaspalan jalan dan pembangunan drainase di sekitar jembatan.

Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 5 November 2026 sebelum datangnya musim hujan. Pekerja lapangan Nor Sodik mengatakan, progres perbaikan jembatan saat ini sudah mencapai 87 persen. Percepatan dilakukan untuk mengantisipasi musim hujan agar akses bisa dilalui wisatawan.

"Pekerjaan utama sudah rampung, tinggal infrastruktur tambahan seperti drainase, pengaspalan dan talud," kata Sodik, Jumat, 2 Oktober 2026.

Lebih lanjut ia mengatakan, pekerjaan tersebut memang dilakukan satu paket. Jembatan tersebut panjang 8 meter dan lebar 6 meter, dengan kedalaman konstruksi sekitar 3,3 meter. Untuk penguatan, pihaknya memasang girder (penyangga) serta pembangunan drainase 47 meter dan talud sungai sepanjang 31 meter.

Sementara di sisi timur dan barat jembatan, ditambah pengaspalan jalan dengan material AC-DC sepanjang sekitar 335 meter dengan lebar bervariasi antara 3 hingga 7 meter. Pekerjaan juga mencakup pembangunan saluran sepanjang 47 meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Harry Wibowo menyebut perbaikan jembatan ini menjadi bagian dari proyek strategis daerah yang dianggarkan dari APBD Kudus 2026.

Proyek yang ditangani penyedia jasa CV Dilla Bangun Perkasa, itu dialokasikan anggaran sebesar Rp 1,485 miliar. Dia mengungkapkan, jembatan Rahtawu-Semliro semula mempunyai lebar jalan yang cukup sempit sehingga kendaraan roda empat sulit berpapasan. Selain itu, kata dia, kondisi penyangganya juga sudah mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan rehabilitasi.

"Rehabilitasi untuk peningkatan keamanan jembatan, sebelumnya lebarnya hanya tiga meter," ujar Harry saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut dikatakan, pekerjaan tersebut dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat dan lebar. Penanganan juga tidak hanya pada badan jembatan, tetapi mencakup infrastruktur pendukung di sekitar akses tersebut. Keberadaan jembatan tersebut menurutnya cukup penting karena menjadi salah satu akses utama menuju destinasi wisata di Desa Rahtawu.

"Jembatan ini menjadi penghubung utama jalur wisatawan, termasuk jalur menuju Puncak 29, Seribu Batu dan destinasi wisata lainnya," tambahnya.

Pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai batas waktu kontrak pada 5 November 2026. Rehabilitasi jembatan ini diharapkan bisa menambah kenyamanan dan keamanan wisatawan menuju Desa Rahtawu. (RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....