Jateng 81 Tahun, Pembangunan Infrastruktur Makin Kuat Dorong Ekonomi
- 19 Agt 2026 10:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Memasuki usia ke-81 tahun pada Rabu, 19 Agustus 2026, Jawa Tengah terus memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai fondasi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Pembangunan jalan, jembatan, embung hingga jaringan irigasi diarahkan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas berbagai sektor.
Pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kondisi fisik wilayah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengarahkannya untuk menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing daerah, serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke berbagai wilayah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pembangunan jalan tidak sekadar berkaitan dengan pembangunan fisik. Infrastruktur menjadi instrumen untuk memperlancar pergerakan orang dan barang, meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jalan ini kita bangun bukan sekadar fisiknya, tetapi agar pergerakan orang dan barang bisa berjalan dengan lancar dan aman. Kalau infrastrukturnya baik, konektivitas wilayah meningkat dan ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” katanya.
Hingga akhir 2025, tingkat kemantapan jalan provinsi Jawa Tengah mencapai 94,01 persen atau sepanjang 2.293,96 kilometer dari total 2.440,12 kilometer. Sementara itu, kondisi jembatan mantap tercatat mencapai 22.733,45 meter atau 85,43 persen.
Sejumlah ruas strategis yang menunjang aktivitas ekonomi dan pariwisata juga telah ditingkatkan. Di antaranya ruas Parakan-Patean dan Wonosobo-Dieng yang pengerjaan preservasinya dilakukan pada semester II 2025 dan mulai dimanfaatkan masyarakat pada 2026.
Kepala Desa Ngadirejo, Muhammad Abdillah Al Kafi, mengakui perbaikan jalan memberikan manfaat langsung bagi aktivitas masyarakat. “Semoga jalan di titik lain juga dibangun agar semua ikut merasakan pembangunan yang dilakukan,” ujarnya.
Upaya menjaga kemantapan jalan juga terus dilakukan setelah sejumlah wilayah Jawa Tengah terdampak curah hujan tinggi pada awal 2026. Pemprov Jawa Tengah mempercepat rehabilitasi jalan, termasuk dengan dukungan tambahan anggaran untuk menangani jalan rusak dan berlubang di berbagai daerah.
Perbaikan dan peningkatan jalan dilakukan di sejumlah wilayah, seperti ruas Singget-Doplang-Cepu di Blora, Jepara-Keling di Jepara, Wiradesa-Kajen di Pekalongan, serta jalur penyelamat Kalijambe di Magelang dan Purworejo. Penanganan juga menyasar sejumlah ruas di Brebes, Pemalang, Batang, Wonogiri hingga kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kepala DPUPR Kabupaten Wonogiri, Prihadi Ariyanto, menyampaikan apresiasi atas pembangunan jalan di wilayahnya. “Setelah jadi, bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.
Penguatan konektivitas juga dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. Pada 2025, Program Inpres Jalan Daerah berhasil menuntaskan 30 paket pekerjaan jalan sepanjang 132,62 kilometer yang tersebar di 19 kabupaten dan kota.
Pada 2026, Pemprov Jawa Tengah bersama pemerintah daerah kembali mengusulkan penanganan jalan sepanjang 36,30 kilometer dan pembangunan jembatan sepanjang 249,70 meter kepada pemerintah pusat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur antardaerah.
Selain infrastruktur transportasi, Pemprov Jawa Tengah juga memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan embung dan sistem pengairan. Sepanjang 2025, delapan embung baru dibangun dan dua embung direvitalisasi.
Hingga awal 2026, sebanyak 12 embung telah diresmikan dan mulai dimanfaatkan masyarakat. Salah satunya Embung Kerangjati di Kabupaten Blora yang membantu meningkatkan frekuensi tanam lahan pertanian sekitar 40 hektare.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....