Bangunan Memprihatinkan, SD 1 Getasrabi Kudus Direvitalisasi dengan Dana APBN
- 19 Agt 2026 14:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus – Kondisi bangunan SD 1 Getasrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, yang memprihatinkan telah direvitalisasi oleh pemerintah melalui anggaran APBN. Pekerjaan yang dilakukan secara swakelola tersebut kini telah mencapai sekitar 30 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026.
Revitalisasi mulai dikerjakan pada Kamis, 9 Juli 2026 dan ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan pengawasan dari pihak yang ditunjuk pemerintah.
Pelaksana Tugas(Plt) Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus, Agus Subandi, perbaikan mencakup sejumlah ruang yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Selain ruang kelas dan toilet, program tersebut juga mencakup rehabilitasi ruang perpustakaan, ruang UKS, penataan lingkungan sekolah, serta pembangunan pagar yang masih dalam proses.
Anggaran yang dialokasikan untuk revitalisasi SD 1 Getasrabi mencapai sekitar Rp1,279 miliar. Dana tersebut bersumber dari APBN dan disalurkan langsung kepada sekolah untuk pelaksanaan pekerjaan secara swakelola.
Meski dikerjakan secara swakelola, proses pembangunan tetap mendapatkan pengawasan. Agus menjelaskan terdapat dua pihak yang bertugas melakukan pengawasan, yakni konsultan perorangan yang ditunjuk sebagai pengawas dan fasilitator yang ditunjuk oleh kementerian.
“Dua pengawas ini nanti akan saling meng-crosscheck bagaimana proses dan progres pekerjaan, baik volume, kemudian kualitas dan sebagainya. Nanti dua orang ini yang akan membantu sekolah, tim P2SP, untuk memastikan bahwa pekerjaan ini sesuai dengan RAB, baik volume maupun kualitas spesifikasi,” ujar Agus.
Terkait adanya sorotan mengenai penggunaan genteng, Agus menjelaskan, dalam pelaksanaan konstruksi, dapat ditemukan kebutuhan teknis yang berbeda dari perencanaan awal. Penyesuaian pekerjaan dapat dilakukan melalui mekanisme revisi dan dituangkan dalam berita acara.
Ia mencontohkan, dalam perencanaan awal penggantian genteng hanya tercantum sekitar 30 persen. Namun setelah dilakukan evaluasi, kebutuhan tersebut direvisi sehingga seluruh genteng yang dinilai perlu diganti dapat diakomodasi.
Agus menegaskan, apabila evaluasi di lapangan menunjukkan terdapat bagian yang perlu disesuaikan, perubahan dapat dilakukan sesuai prosedur. Penyesuaian tersebut dapat berupa perubahan volume maupun spesifikasi pekerjaan tanpa mengubah mekanisme penganggaran yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja sama.
Kepala SD 1 Getasrabi, Hermiawati Uswatun Hasanah, mengaku bersyukur sekolahnya mendapatkan program revitalisasi. Ia mengatakan kondisi sejumlah bagian bangunan sebelumnya cukup memprihatinkan.
“Sangat mengenaskan, mau kita pegang tembok ambrol. Saya baru datang sini sudah ngenes, bagaimana caranya bangunan ini bisa ada,” ungkap Hermiawati.
Menurutnya, kondisi terparah sebelumnya berada di ruang kelas 2 dan bagian depan kantor sekolah. Dengan adanya program revitalisasi, bagian-bagian tersebut kini mulai diperbaiki.
SD 1 Getasrabi saat ini memiliki sekitar 70 siswa kelas 1 hingga kelas 6 serta sekitar 10 peserta pra-SD. Selama ini, pihak sekolah juga berupaya melakukan pembenahan secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak, termasuk mengajukan bantuan dari sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
Program revitalisasi mencakup tujuh ruang yang menjadi bagian penting dalam kegiatan sekolah, termasuk ruang kelas dan ruang guru. Selama pembangunan berlangsung, pihak sekolah juga mengatur kegiatan belajar mengajar agar tetap berjalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....