Jateng Dorong Pengembangan Kawasan Industri Halal

  • 03 Okt 2026 13:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah melalui pengembangan kawasan industri halal. Upaya tersebut dinilai dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas peluang investasi.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, pemerintah pusat telah menetapkan Oktober sebagai momentum untuk memperkuat sektor halal, yang akan dimulai pada 17 Oktober. Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah, khususnya melalui kuliner halal dan pariwisata ramah muslim.

"Kita sudah merasakan di Jawa Tengah dengan adanya ekonomi syariah yang ramah terhadap muslim, baik itu kulinernya, baik itu wisatanya. Sehingga kenaikan-kenaikan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, datang ke Jawa Tengah itu mengapresiasi itu," kata Taj Yasin, usai mengikuti pelantikan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Padma Hotel Semarang, Jumat 2 Oktober 2026.

Ia mengatakan, perkembangan tersebut perlu diikuti dengan inovasi dan pembenahan berbagai fasilitas pendukung pariwisata. Salah satunya penataan pusat kuliner atau food court agar semakin memberikan kepastian dan kenyamanan bagi wisatawan.

Taj Yasin menyebut sejumlah food court telah memiliki penataan dan sertifikasi halal. Namun, keberadaan berbagai aktivitas usaha yang masih bercampur perlu ditata agar tidak memengaruhi citra destinasi wisata ramah muslim di Jawa Tengah.

"Ini yang harus kita tata, karena ini juga ada, saya dapat masukan dari teman-teman wisatawan yang datang ke Jawa Tengah," ujarnya. Kepengurusan baru MES juga memiliki potensi besar untuk memperkuat sinergi dengan Pemprov Jawa Tengah.

Terlebih, terdapat banyak generasi muda yang memiliki pengalaman di berbagai sektor, mulai industri, ekspor-impor, perekonomian hingga fashion. Ia berharap potensi tersebut dapat menjadi tenaga baru untuk memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah.

"Nah ini harus benar-benar potensi baru ini, tenaga baru ini benar-benar menambah sinergi antara pemerintah provinsi Jawa Tengah dengan masyarakat ekonomi syariah yang sudah terbangun dengan baik ini," kata Taj Yasin.

Pihaknya mengungkapkan, Pemprov Jawa Tengah juga telah menyiapkan tema pembangunan pada 2027 yang berkaitan dengan penguatan ekonomi syariah dan pariwisata ramah muslim. "Tema kita di 2027 itu adalah ekonomi syariah dan pariwisata ramah muslim yang berkelanjutan. Nah ini yang harus kita dorong bersama-sama," ujarnya.

Selain penguatan sektor pariwisata dan kuliner, Pemprov Jawa Tengah juga tengah membahas pengembangan kawasan industri halal. Kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi tempat tumbuhnya industri yang menerapkan prinsip dan standar halal sekaligus menarik investasi dari luar daerah maupun luar negeri.

"Kita pingin ada kawasan industri syariah ya, kawasan industri halal. Nah halal ini yang kita dorong," kata Taj Yasin. Ia menyebut MES telah menyiapkan sejumlah lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan industri halal. Namun, realisasinya masih dalam tahap pembahasan bersama berbagai pihak, termasuk Pemprov Jawa Tengah, MES, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta para pelaku dan pegiat ekonomi lainnya.

"Yang perlu kita dorong supaya menarik industri-industri yang dari luar," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....