Kerawanan Stres Meningkat, Pemkab Batang Bagikan Tips Kesehatan Mental Perempuan

  • 01 Okt 2026 15:42 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang mendorong perempuan lebih peduli terhadap kesehatan mental di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut dilakukan melalui workshop kesehatan mental dengan menghadirkan praktisi kesehatan jiwa untuk memberikan pemahaman dan tips menjaga kesehatan mental.

Workshop digelar di Aula BPKPSDM Kabupaten Batang, Kamis, 1 Oktober 2026, dengan peserta dari perwakilan Gabungan Organisasi Wanita, akademisi, dan sejumlah unsur lainnya. Kegiatan tersebut menghadirkan psikiater dr. Rilla Fiftina Hadi untuk memberikan pemahaman mengenai kesehatan jiwa dan cara mengenali tanda-tanda gangguan mental.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Batang, Weni Ary Susanti, mengatakan kegiatan tersebut digelar agar perempuan memiliki kepedulian terhadap kondisi kesehatan mental dirinya maupun orang-orang di sekitarnya. Menurutnya, kesibukan dan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dapat memicu masalah mental yang terkadang tidak disadari.

“Dalam kesempatan ini kami juga membentuk Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa). Yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan wadah menangani permasalahan maupun pemenuhan hak perempuan dan anak dari berbagai kalangan,” ujarnya.

Weni berharap diskusi tersebut dapat membantu peserta memahami kondisi kesehatan mental yang dialami diri sendiri maupun orang terdekat. Gangguan kesehatan mental terkadang muncul dalam bentuk perubahan kecil yang tidak langsung disadari oleh seseorang maupun lingkungan sekitarnya.

Dalam paparannya, psikiater dr. Rilla Fiftina Hadi mengajak para ibu dan peserta untuk lebih memahami kondisi orang terdekat yang mengalami permasalahan kesehatan jiwa. Menurutnya, gangguan kesehatan jiwa tidak selalu dapat diketahui secara kasat mata sehingga perubahan perilaku perlu diperhatikan.

“Salah satu tanda yang bisa dideteksi perubahan perilaku seseorang yang sering kali jadi lebih pendiam dari sebelumnya, jarang bersosialisasi, konsentrasi dalam pekerjaan juga mulai terganggu. Bisa juga adanya gangguan kesulitan tidur, yang menjadi beberapa tanda yang patut diperhatikan,” katanya.

Rilla mengatakan, salah satu langkah awal yang dapat dilakukan ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan mental adalah memperbaiki pola istirahat, terutama waktu tidur malam. Selain itu, komunikasi dengan orang terdekat yang dipercaya juga penting dilakukan.

“Waktu tidur malam harus diperhatikan, dan jangan diganti dengan tidur siang. Coba berkomunikasi dengan orang terdekat dan dipercaya,” ucapnya.

Menurut Rilla, penyebab gangguan kesehatan mental sangat beragam, mulai dari faktor biologis dan psikologis hingga pengalaman perundungan. Ia juga menyebut perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan jiwa, mulai dari kelompok usia anak hingga lansia.

“Di Jawa Tengah sendiri persentasenya cukup imbang dikarenakan tingkat kecanggihan teknologi yang cukup maju. Menjadikan masyarakat mudah untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa dengan rentang usia anak hingga lansia,” ujarnya.

Rilla berharap diskusi tersebut dapat meningkatkan kepedulian kaum ibu terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya yang mengalami masalah kesehatan mental. Menurutnya, orang yang mengalami gangguan mental perlu didampingi tanpa dihakimi maupun dimojokkan.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Batang, Joko Prasetyo, berharap organisasi perempuan di Kabupaten Batang dapat berkontribusi dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dan anak. Keberadaan Puspa diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan permasalahan dan mendapatkan pendampingan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....