Pemkab Batang Siapkan Gedung Pustaloka Jadi Pusat Layanan Literasi

  • 16 Sep 2026 14:57 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan Gedung Pustaloka untuk difokuskan sebagai pusat layanan literasi dan perpustakaan bagi masyarakat. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memudahkan akses warga dalam memanfaatkan berbagai layanan Perpustakaan Daerah sekaligus meningkatkan kualitas sarana prasarana penunjang literasi.

Bupati Batang, M Faiz Kurniawan mengatakan Gedung Pustaloka nantinya dikhususkan bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan perpustakaan. Sementara, kegiatan administrasi perkantoran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) akan dialihkan ke gedung lain yang lebih representatif.

"ASN nanti berkantornya pindah ke Gedung Arsip atau lainnya. Tergantung kesiapan dinasnya," ucapnya saat ditemui di halaman Disperpuska Kabupaten Batang, Selasa, 15 September 2026.

Kepala Disperpuska Batang, Budiono, mengatakan pihaknya mendukung rencana optimalisasi Gedung Pustaloka. Penataan tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih mudah dan nyaman ketika mengakses layanan perpustakaan.

"Selama ini kan, masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan harus melewati area perkantoran dulu, dan itu membuat mereka kurang nyaman. Maka, agar aksesnya mudah, kami berencana memfokuskan Gedung Pustaloka hanya untuk kegiatan perpustakaan, sedangkan administrasi perkantoran ada dua alternatif bangunan yakni Gedung Dekranasda dan Gedung Arsip," ujarnya.

Menurut Budiono, pemisahan fungsi tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan berbagai kebutuhan. Selain perpindahan ASN, prosesnya juga membutuhkan regulasi dan dukungan anggaran, termasuk untuk memindahkan buku serta berbagai kelengkapan perpustakaan ke area bawah Gedung Pustaloka.

"Kami pun harus berkoordinasi dengan dinas atau instansi terkait lainnya. Seperti BPKPAD, Bagian Hukum dan lainnya untuk memudahkan proses pengoptimalan Gedung Pustaloka maupun perpindahan ASN ke gedung yang ditentukan," ujarnya.

Untuk lokasi administrasi perkantoran, terdapat dua alternatif yang disiapkan, yakni Gedung Dekranasda dan Gedung Depo Arsip. Budiono menilai Gedung Dekranasda lebih representatif dari sisi tata letak.

Ia menilai Gedung Dekranasda masih berada dalam satu area sehingga pelayanan administrasi dinilai lebih efektif. "Artinya ketika layanan administrasi perkantoran masih dalam satu area, akan lebih cepat karena letaknya yang dekat dan strategis," ucapnya.

Sementara, jika administrasi dipindahkan ke Gedung Depo Arsip, diperlukan penataan ulang agar ruangan dapat digunakan secara lebih optimal. Meski demikian, gedung tersebut masih berada dalam lingkungan Disperpuska dan kompleks Setda Kabupaten Batang.

Optimalisasi Gedung Pustaloka diharapkan tidak hanya memperbaiki kenyamanan akses masyarakat, tetapi juga mendukung peningkatan pemanfaatan layanan perpustakaan. Pemkab Batang menempatkan penguatan sarana prasarana literasi sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pengetahuan yang lebih mudah bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....