Jateng Tambah 21 Warisan Budaya Tak Benda yang Diakui Nasional
- 28 Sep 2026 20:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kekayaan budaya Jawa Tengah kembali mendapat pengakuan nasional setelah 21 tradisi, kuliner, kesenian, dan kerajinan daerah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) 2026. Penetapan ini semakin mengukuhkan Jawa Tengah sebagai salah satu daerah dengan warisan budaya terbanyak di Indonesia.
Dengan tambahan tersebut, total budaya Jawa Tengah yang telah berstatus WBTbI mencapai 281 sejak program penetapan dimulai pada 2013. Jumlah itu masih berpotensi bertambah karena 27 usulan budaya lainnya saat ini sedang menjalani proses penilaian tahap berikutnya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan penetapan dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan RI pada September 2026. Tahun ini, proses penetapan WBTbI dijadwalkan berlangsung dalam tiga tahap, yakni Juli, September, dan Oktober.
“Dengan demikian sampai dengan September 2026 total WBTbI Jawa Tengah sejumlah 281 dari tahun 2013,” ujar Hanung saat dikonfirmasi, Senin 28 September 2026.
Beragam budaya yang ditetapkan tahun ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Di antaranya Batik Gumelem dari Banjarnegara, Tayub Grobogan, Caping Kalo dan Lentog Tanjung dari Kudus, Dawet Ireng Purworejo, hingga Jenang Krasikan Sukoharjo.
Kota Semarang turut menyumbangkan dua warisan budaya yang berhasil meraih status WBTbI, yakni Sesaji Rewanda dan Gule Bustaman. Sementara Surakarta menambah tiga budaya yang diakui secara nasional, yaitu Blangkon, Asal Usul Nama Kota Solo, serta Hajad Dalem Wilujengan Pengetan Hadeging Nagari Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Hanung menilai pengakuan tersebut bukan hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Warisan budaya yang terjaga diyakini mampu menjadi daya tarik wisata berbasis kearifan lokal yang semakin diminati masyarakat.
“Atas nama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, kami menyampaikan apresiasi kepada para maestro dan pelaku budaya yang terus menjaga kelestarian warisan budaya ini,” katanya.
Hanung berharap seluruh pengetahuan dan nilai budaya yang telah diwariskan turun-temurun dapat terus dijaga oleh generasi muda. Menurutnya, pelestarian budaya menjadi kunci agar identitas daerah tetap hidup di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....