Perhutani Telawa Pantau Tanaman Jati Tahun Kedua, Antisipasi Kematian Bibit
- 28 Sep 2026 15:08 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Boyolali – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa memantau pertumbuhan tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) tahun kedua untuk mengantisipasi kematian bibit dan memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal. Monitoring dan evaluasi dilakukan di petak 204 C seluas 13,6 hektare, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngaren, BKPH Kedungcumpleng, Sabtu, 26 September 2026.
Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut menjadi langkah deteksi dini terhadap kondisi tanaman di lapangan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui keberadaan, kondisi, serta tingkat pertumbuhan tanaman sekaligus mengidentifikasi tanaman yang membutuhkan tindakan perbaikan atau penyulaman.
Administratur KPH Telawa, Titus Aryanto, bersama Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata Darmanta, Kepala BKPH Kedungcumpleng Giyatno, dan Kepala RPH Ngaren Agus Tri Wahono, turun langsung memeriksa tanaman JPP yang ditanam pada 2025. Titus mengatakan monitoring dan evaluasi tanaman merupakan bagian dari pemantauan perkembangan tanaman muda.
Hasil pemeriksaan menjadi gambaran tingkat keberhasilan tanaman sekaligus dasar untuk menentukan langkah pemeliharaan dan kebutuhan penyulaman. “Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada semua petak tanaman agar kondisi tanaman dapat diketahui secara factual serta cepat menentukan tindakan-tindakan perbaikan tanaman yang diperlukan,” ujar Titus.
Menurut Titus, pemeriksaan secara rutin diperlukan agar kendala pertumbuhan dapat diketahui lebih awal. Dengan demikian, tindakan perbaikan maupun penyulaman dapat segera dilakukan sesuai kondisi tanaman di masing-masing petak.
Kepala BKPH Kedungcumpleng, Giyatno, mengatakan perbaikan tanaman muda dilakukan dengan mengantisipasi kematian bibit agar dapat diminimalkan. Koordinasi dengan petugas lapangan dan masyarakat atau pesanggem juga terus ditingkatkan untuk menjaga tanaman dari berbagai potensi gangguan.
Giyatno berharap kegiatan palawija yang dilakukan masyarakat penggarap tidak mengganggu tanaman kehutanan. Sinergi antara Perhutani, petugas lapangan, dan pesanggem dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan tanaman muda.
Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Rekso Wono, Supardi, menilai monitoring langsung di lokasi tanaman memberikan motivasi bagi pesanggem untuk mengetahui perkembangan tanaman. Arahan dan petunjuk teknis dari Perhutani juga menjadi bahan bagi pesanggem dalam meningkatkan pengelolaan tanaman.
“Melalui monitoring secara rutin yang dilaksanakan Perhutani, dengan dialog bersama memberikan wawasan serta dapat mengantisipasi kendala-kendala yang ditemui dalam pembuatan tanaman di lapangan. Pesanggem bersama jajaran Perhutani dapat mewujudkan keberhasilan tanaman serta menjaga kelestarian kawasan hutan,” ujar Supardi.
Monitoring dan evaluasi tanaman tersebut selanjutnya menjadi bahan untuk menentukan tindak lanjut pemeliharaan dan penyulaman. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberhasilan pertumbuhan tanaman JPP sekaligus mendukung kelestarian kawasan hutan di wilayah KPH Telawa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....