Perhutani KPH Telawa Periksa Keselamatan dan Fasilitas Embun Bening

  • 22 Sep 2026 12:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Grobogan – Perhutani KPH Telawa memeriksa standar keselamatan dan titik-titik rawan di Wisata Embun Bening Kedungombo Park, Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Pemeriksaan mencakup kelayakan fasilitas, aksesibilitas, kebersihan, kenyamanan lingkungan, hingga kesiapan pengelola dalam memberikan layanan yang aman bagi pengunjung.

Evaluasi tersebut juga diarahkan untuk memastikan pemanfaatan kawasan hutan sebagai destinasi wisata tidak mengabaikan kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Keberadaan Wisata Embun Bening selama ini telah membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi warga Desa Rambat dan sekitarnya.

Monev dilaksanakan Senin 21 September 2026 dengan meninjau langsung berbagai fasilitas wisata, mulai sarana dan prasarana pendukung hingga papan informasi. Tim Perhutani juga melakukan dialog dengan pengelola untuk mengidentifikasi potensi pengembangan dan kendala pengelolaan wisata.

Peninjauan juga mencakup mitigasi risiko pada titik-titik yang dinilai rawan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan destinasi tetap memenuhi prinsip keselamatan pengunjung sekaligus selaras dengan tata kelola wisata dan kelestarian hutan.

Objek monev berada di petak 88 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Karengan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangwinong. Wisata Embun Bening dikelola melalui kerja sama Perhutani dengan CV Tri Putra Telecom dan menawarkan panorama Waduk Kedungombo serta kawasan hutan yang hijau.

Administratur KPH Telawa, Titus Aryanto, mengatakan monev penting dilakukan untuk menjaga kualitas pengelolaan wisata hutan sekaligus memperkuat sinergi dengan pihak pengelola dan masyarakat. Menurutnya, dialog juga diperlukan untuk mengetahui perkembangan usaha, potensi yang dapat dikembangkan, serta kendala yang selama ini dihadapi pengelola.

“Monitoring dan evaluasi ini, dilakukan untuk memastikan fasilitas wisata tetap layak, aman, dan nyaman bagi pengunjung. Perhutani, juga mendorong pengelolaan wisata yang selaras dengan prinsip kelestarian hutan dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa sekitar,” ujarnya.

Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Telawa, Darmanta, menambahkan monitoring dilakukan untuk memastikan setiap bentuk pemanfaatan kawasan hutan memiliki tata kelola yang baik dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Darmanta, pengembangan wisata hutan tidak semata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan Wisata Embun Bening selama ini dinilai telah membuka peluang usaha dan lapangan kerja, khususnya bagi warga Desa Rambat dan sekitarnya.

Pengelola Wisata Embun Bening, Rina Widiawati, menyambut baik kegiatan evaluasi dan monev yang dilakukan jajaran Perhutani. Ia menilai masukan dari kegiatan tersebut dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi.

“Dengan adanya monev dari Perhutani. Banyak masukan yang bisa kami tindak lanjuti untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Evaluasi ini menjadi bahan perbaikan agar pengelolaan wisata semakin tertata, aman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung. Kami juga berkomitmen untuk terus melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaan wisata,” ungkapnya.(rilis)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....