Sering Banjir, Warga Desa Banyuwangi Ngampel Minta Sungai Penut Dikeruk
- 22 Sep 2026 09:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Masyarakat Desa Banyuurip Kecamatan Ngampel meminta kepada Pemerintah Daerah Kendal, segera melakukan pengerukan atau normalisasi Sungai Penut. Pasalnya, kondisi sungai yang sudah dangkal dan makin sempit, bisa menyebabkan banjir, seperti pada musim penghujan di tahun-tahun lalu.
Kepala Desa Banyuurip, Busari mengatakan, banjir di desanya selalu terjadi di setiap musim penghujan, akibat luapan Sungai Penut. Kondisi sungai yang sudah dangkal dan menyempit, mengakibatkan air sungai cepat meluap, sehingga perlu dinormalisasi.
"Kalau musim penghujan itu sering terjadi banjir, karena dangkal dan menyempitnya Sungai Penut. Memang perlu dinormalisasi," ujarnya.
Kades Busari mengatakan, ketika sungai meluap, mengakibatkan ratusan rumah warga ikut terdampak banjir. Banjir juga menimpa puluhan hektar lahan sawah, sehingga merugikan para petani. "Ada beberapa wilayah RT yang terkena banjir, jumlahnya ratusan rumah," katanya.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, meskipun kewenangan sungai ada di pemerintah provinsi, namun pihaknya tetap berupaya mengatasi dengan melakukan pemeliharaan. Tahun ini, ada alokasi pemeliharaan sungai dari anggaran Dinas PUPR Kendal.
Pada anggaran tahun 2026 ini, Sungai Penut termasuk yang dianggarkan untuk pemeliharaan sepanjang 1.000 meter. Sebab, kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan.
"Untuk pemeliharaan Sungai Penut sepanjang 1.000 meter. Meskipun belum tuntas, mengingat keterbatasan anggaran," ujarnya.
Bupati Kendal mengatakan, Pemkab Kendal juga terus berkoordinasi dengan pihak provinsi. "Anggaran dari APBD tahun ini, untuk normalisasi sungai, yakni Sungai Aji depan Pasar Gladak, Kali Kendal, Kali Kancar dan Kali Penut," katanya. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....