Pulihkan Akses Warga, Peresmian Jembatan Garuda Galangpengampon Pekalongan

  • 26 Jul 2026 12:30 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Pulihkan Akses Warga Pascabanjir, Jembatan Garuda Galangpengampon Pekalongan Diresmikan
  • Jembatan Garuda Kabupaten Pekalongan

RRI.CO.ID, Pekalongan – Jembatan Gantung Garuda yang membentang di atas Sungai Sengkarang, Desa Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, resmi dioperasikan. Jembatan tersebut menjadi penghubung kembali aktivitas warga setelah lama putus akibat banjir bandang pada Januari 2025.

Peresmian dilakukan secara serentak bersama 51 jembatan lainnya di wilayah Kodam IV/Diponegoro, Kamis 23 Juli 2026. Jembatan sepanjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter itu dibangun untuk menggantikan jembatan lama yang hancur diterjang banjir bandang pada 20 Januari 2025.

Rusaknya jembatan sebelumnya sempat memutus akses warga antara Dukuh Galangwolu dan Dukuh Sibetok. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin mengatakan, Jembatan Garuda merupakan bagian dari Program Strategis Nasional TNI Angkatan Darat untuk mempercepat pemerataan aksesibilitas di wilayah yang membutuhkan. Kehadiran jembatan ini menjadi urat nadi yang menyatukan kembali akses warga.

"Kami berharap roda perekonomian, akses layanan pendidikan dan kesehatan warga dapat segera pulih demi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat yang berkelanjutan," ujarnya, Kamis 23 Juli 2026.

Achiruddin menjelaskan, hingga kini Kodam IV/Diponegoro telah membangun 313 titik Jembatan Garuda yang terdiri atas 156 jembatan gantung, 36 jembatan armco, 119 jembatan beton, dan dua jembatan bailey. Sebanyak 48 titik di antaranya telah diresmikan Presiden RI pada 9 Maret 2026, sedangkan 52 titik lainnya, termasuk Jembatan Garuda Galangpengampon, diresmikan secara serentak pada hari ini.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0710/Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dan seluruh masyarakat yang mendukung pembangunan jembatan tersebut. Keberhasilan pembangunan tidak lepas dari sinergi seluruh pihak.

Di akhir sambutannya, Pangdam berpesan agar masyarakat menjaga dan merawat jembatan sebagai aset bersama. "Gunakanlah secara bijak dengan memperhatikan batasan kapasitas dan lakukan pemeliharaan rutin, agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh anak cucu kita di masa depan," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan Sukirman mengapresiasi perhatian TNI dalam membantu pemulihan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Pekalongan. Kehadiran jembatan menjadi bukti nyata sinergi pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir.

"Kami berharap masyarakat dapat menjaga jembatan ini dengan baik karena fasilitas ini merupakan aset bersama yang akan memberikan manfaat besar bagi aktivitas sehari-hari," ujarnya.

Selain itu, Sukirman menyebut pembangunan batalyon di Kecamatan Bojong diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM. Ia juga mengajak para kepala desa menyiapkan lahan untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....