Kekeringan Melanda 25 Desa, Ribuan Warga Kabupaten Pati Krisis Air Bersih
- 05 Sep 2026 13:15 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Kekeringan Melanda, Warga Kesulitan Air Bersih
RRI.CO.ID, Pati : Kekeringan ekstrem melanda 25 desa di sembilan kecamatan Kabupaten Pati sepanjang musim kemarau tahun ini. Sebanyak 2.831 kepala keluarga atau 9.323 jiwa tercatat terdampak krisis air bersih tersebut.
Kalakhar BPBD Pati, Martinus Budi Prasetyo mengatakan, Kecamatan Jakenan menjadi wilayah paling parah dengan tujuh desa mengalami kekeringan secara bersamaan. Kecamatan lain yang turut terdampak meliputi Gabus, Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Winong, Pucakwangi, Jaken, dan Pati.
“BPBD Kabupaten Pati mengalokasikan 44 tangki air berkapasitas empat ribu hingga lima ribu liter bagi warga. Tangki tersebut dipinjam dari Balai Pengembangan Wilayah Jawa Tengah guna mempercepat distribusi bantuan,” katanya.
Martinus Budi Prasetyo mengimbau, masyarakat lebih bijak menggunakan persediaan air bersih yang terbatas. Dia juga mendorong petani beralih menanam palawija yang lebih tahan kekeringan dibanding tanaman padi.
Sukito, warga Kecamatan Jakenan mengatakan, kekeringan membuat kebutuhan air petani di sepanjang sungai sulit terpenuhi. Bendung karet Sungai Juwana turut mengering akibat dampak kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut.
"Semoga ada bantuan air dari waduk lain ke Sungai Juwana agar petani tertolong," ujar Sukito.
Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan status siaga bencana kekeringan dan kebakaran hutan lahan sejak 1 Agustus 2026. Status siaga tersebut berlaku hingga 30 Oktober 2026 seiring puncak kemarau diperkirakan terjadi.
BPBD memastikan distribusi air bersih akan terus berlangsung selama status siaga bencana kekeringan masih berlaku. Warga di sembilan kecamatan terdampak kini menggantungkan harapan pada bantuan air dari pemerintah daerah.(agp)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....