Nilai Uji Kopi Asal Magelang Tembus di Atas 80, Potensi Pasar dan Nilai Jual Menguat
- 08 Sep 2026 15:23 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Kopi asal Kabupaten Magelang
- kopi
- kopi arabika
- kopi robusta
RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Kopi asal Kabupaten Magelang menunjukkan kualitas yang menjanjikan setelah hasil uji cita rasa menunjukkan nilai tinggi di atas 83. Capaian tersebut dinilai membuka peluang bagi kopi Magelang untuk memperkuat posisi di pasar sekaligus meningkatkan nilai jual sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Puji Lestari mengatakan, hasil uji cita rasa kopi arabika maupun robusta yang dikirim ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember, Jawa Timur, menunjukkan kualitas yang cukup kompetitif. Hasil tersebut menjadi modal untuk terus mengembangkan kopi Magelang dari sisi kualitas maupun daya saing produk.
“Hasil uji cita rasa yang dikirim ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember, Jawa Timur, menunjukkan nilai yang cukup tinggi, semuanya mendapat nilai di atas 83. Hasil tersebut menunjukkan kualitas kopi Magelang cukup kompetitif,” kata Puji, Selasa, 8 September 2026.
Menurut Puji, capaian tersebut menunjukkan kopi Magelang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Namun, di tengah kualitas yang positif, produksi kopi pada tahun ini mengalami sedikit penurunan akibat faktor cuaca selama periode pertumbuhan dan produksi tanaman.
Meski demikian, musim kemarau yang berlangsung saat ini dinilai memberikan peluang positif bagi produksi kopi pada musim berikutnya. Kondisi tersebut diharapkan mendukung proses pembungaan tanaman sehingga dapat meningkatkan produksi pada tahun depan.
“Musim kemarau yang berlangsung normal dapat menjadi momentum bagi tanaman kopi untuk mempersiapkan pembungaan. Apabila kondisi cuaca tidak mengalami anomali, kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung terjadinya panen raya kopi pada tahun depan,” katanya.
Puji menambahkan, luas lahan kopi arabika di Kabupaten Magelang mencapai sekitar 1.075 hektare dengan produktivitas rata-rata 506,52 kilogram per hektare. Sementara, kopi robusta memiliki areal tanam lebih luas, sekitar 2.300 hektare, dengan produktivitas rata-rata sekitar 1.161 kilogram per hektare.
Petani kopi di Dusun Kepatran, Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Mustafa mengatakan, faktor cuaca turut memengaruhi kualitas dan proses pembungaan tanaman kopi. Menurutnya, kondisi musim kemarau seperti saat ini menjadi waktu yang baik bagi tanaman kopi untuk berbunga.
“Faktor cuaca sangat mempengaruhi proses pembungaan, yang paling bagus di musim kemarau seperti saat ini. Di musim kering dan sesekali ada hujan bisa proses pembungaan bagus dan bisa sebanyak tiga kali,” katanya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut memungkinkan satu pohon kopi mengalami pembungaan hingga tiga kali sehingga masa panen juga dapat berlangsung secara bertahap. Hampir seluruh warga Desa Banjarsari juga menanam kopi di lahan mereka.
Mustafa menyebut, lahan kopi di Desa Banjarsari mencapai sekitar 44,12 hektare dan mampu menghasilkan sekitar 700 hingga 800 ton kopi. Jenis kopi yang dinilai paling cocok dikembangkan masyarakat setempat adalah robusta.
Dengan kualitas cita rasa yang telah mencapai nilai tinggi, kopi Magelang memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai komoditas bernilai ekonomi. Penguatan kualitas, produksi, dan daya saing diharapkan dapat semakin meningkatkan posisi kopi Magelang di pasar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....