Rob Bikin Industri Hengkang dari Tanjung Emas, Yoyok Desak Percepat Giant Sea Wall
- 18 Sep 2026 14:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Rob yang terus berulang di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang disebut telah mengganggu aktivitas industri hingga mendorong banyak perusahaan berpindah lokasi. Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo mengungkapkan dari ratusan industri yang sebelumnya berada di kawasan tersebut, kini hanya tersisa belasan.
Hal itu diungkapkannya usai melakukan kunjungan kerja di PT Best kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat, 18 September 2026. “Ini menurut saya harus ada perhatian khusus dari pemerintah daerah setempat,” kata Yoyok .
Yoyok mengatakan rob di pesisir utara Jawa Tengah sudah seperti persoalan tahunan yang terus berulang. Kondisi tersebut bahkan telah berdampak fatal terhadap kegiatan industri di sejumlah kawasan pelabuhan dan kepabeanan.
“Ini semacam musibah tahunan. Faktanya, terjadi terus-menerus,” ujarnya.
Menurut Yoyok, dampak rob terhadap industri tidak hanya berupa gangguan operasional, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi pelaku usaha. Mesin produksi, bangunan, hingga hasil industri dapat rusak jika terendam air rob.
“Pastinya kerugian. Kalau seandainya mesin itu kerendem, bubar, kalau hasil industri kerendem, bubar,” ucapnya.
Ia menilai pelaku usaha pada akhirnya akan memilih meninggalkan kawasan yang dianggap tidak aman jika persoalan rob terus terjadi tanpa solusi jangka panjang. Karena itu, pemerintah perlu segera menyiapkan kajian mendalam sekaligus langkah mitigasi yang mampu melindungi kawasan industri pesisir.
“Kalau sudah terjadi musibah seperti itu terus-menerus dan pengusaha menganggap itu hal tidak aman, ya sudah pasti akan keluar. Saya pun kalau sebagai pengusaha pasti akan keluar,” kata Yoyok.
Yoyok juga meminta pemerintah mempercepat realisasi pembangunan Giant Sea Wall yang digagas pemerintah pusat untuk menangani ancaman rob di pesisir utara Jawa. Menurutnya, proyek tersebut perlu segera diwujudkan dengan mempertimbangkan wilayah yang paling terdampak rob.
Ia menambahkan, persoalan rob di pesisir utara Jawa Tengah membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat jik kemampuan pemerintah daerah tidak mencukupi. Penanganannya juga harus didasarkan pada kajian yang mendalam agar solusi yang diterapkan mampu menghadapi persoalan rob secara berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur PT Best, David Leo, membenarkan adanya persoalan penurunan muka tanah di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas. Oleh karena itu, sejauh ini ia mengakui jika perusahaanya melakukan sejumlah langkah secara mandiri untuk mengantisipasi dampak penurunan muka tanah.
David juga melihat adanya upaya penanganan dari Pelindo melalui peninggian jalan dan dermaga di kawasan pelabuhan. Sejumlah lokasi yang rendah juga mulai ditimbun dan ditinggikan untuk mengurangi risiko genangan.
“Pelindo sendiri sekarang juga lagi pembangunan luar biasa, menaikkan jalan kemudian menaikkan dermaga. Lokasi-lokasi yang rendah sekarang mau ditimbun dan ditinggikan semua,” katanya.
David menyebut PT Best sejauh ini masih dapat menjalankan aktivitasnya di kawasan tersebut. Namun, ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus memperkuat mitigasi penurunan muka tanah dan rob agar keberlangsungan aktivitas industri di Tanjung Emas tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....