Agustina Dorong UCC Terboyo Jadi Ekosistem Baru Ekonomi Kota Semarang

  • 10 Agt 2026 19:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong Urban Consolidation Center (UCC) Terboyo menjadi simpul baru ekosistem ekonomi Kota Semarang. Keberadaan kawasan ini berfokus pada konsolidasi dan distribusi barang, sekaligus menghubungkan aktivitas logistik dengan UMKM, koperasi, jaringan transportasi, tenaga kerja, serta berbagai sektor pendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Gagasan tersebut disampaikan Agustina saat memaparkan proposal Semarang Logistic Hub UCC Terboyo dalam Investment Challenge 2026 di Gumaya Hotel Tower Semarang, Senin 10 Agustus 2026. Forum ini dihadiri jajaran panelis dari Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Pemprov Jateng, Bappeda Jateng, Universitas Diponegoro, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, serta jajaran konsultan ahli.

“Proyek ini lebih dari sekadar bisnis sewa lahan fisik. Banyak peluang yang bisa kita eksplorasi untuk menjadi pendapatan pemerintah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Agustina, salah satu keunggulan UCC Terboyo terletak pada lokasinya yang strategis. Kawasan ini berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Emas, akses tol, bandara, stasiun kereta, serta kawasan industri di sekitar Kota Semarang. Posisi tersebut menjadi nilai tawar untuk memperkuat daya saing investasi sekaligus mendukung efisiensi distribusi barang.

Selain menjadi simpul logistik, UCC Terboyo juga diproyeksikan sebagai bagian dari solusi transportasi perkotaan. Konsolidasi dan distribusi barang dalam satu kawasan terpadu diharapkan mampu mengurangi aktivitas bongkar muat kendaraan besar di berbagai titik kota.

“Secara ekonomi, kemacetan sangat berkorelasi terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang,” katanya.

Pengembangan UCC, lanjut Agustina, akan ditopang oleh ekosistem bisnis yang terukur. Setiap tenant yang masuk nantinya diharapkan memiliki fungsi dan keterkaitan yang saling mendukung. Karena itu, Pemkot Semarang membuka ruang kolaborasi fleksibel bersama investor dan pengelola untuk menyesuaikan skala bisnis dengan kebutuhan pasar.

Skema ini nantinya diintegrasikan dengan rencana pengembangan 16 gudang di tiap kecamatan. Jaringan gudang tersebut dapat berfungsi sebagai titik pengumpulan dan distribusi barang dari dan menuju UCC Terboyo. Langkah integrasi ini berpotensi memperkuat daya saing sekitar 33.000 UMKM di 177 kelurahan melalui sistem klasterisasi produk dan distribusi yang lebih terarah.

Semarang Logistic Hub UCC Terboyo dirancang sebagai pusat konsolidasi dan distribusi barang yang menghubungkan pelabuhan, kawasan industri, pusat perdagangan, dan pasar perkotaan. Proyek ini memanfaatkan aset Pemkot Semarang sekitar 5,1 hektare dengan area penawaran 4,4 hektare dan kebutuhan investasi awal sekitar Rp71,17 miliar.

Menurut dia, Pemkot Semarang menyiapkan dukungan berupa penyediaan lahan, fasilitasi perizinan, infrastruktur, serta penguatan ekosistem investasi. Melalui pendekatan tersebut, Agustina ingin UCC Terboyo menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan kota sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat bagi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....