Industri Makin Padat, Gubernur Jateng Kejar Konektivitas Semarang-Batang

  • 18 Sep 2026 05:53 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — Pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah diproyeksikan semakin padat dalam dua tahun ke depan, sehingga Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mempercepat pembangunan kawasan berorientasi transit (KBT) di jalur Semarang-Kendal-Batang. Konektivitas dari Stasiun Tawang Semarang, Weleri Kendal, hingga Batang ditargetkan mampu mencegah penumpukan pergerakan orang dan barang yang berpotensi menghambat aktivitas industri.

Luthfi mengatakan perkembangan Kawasan Industri Terpadu Batang, kawasan industri Kendal, dan Semarang harus diimbangi dengan sistem transportasi yang terintegrasi. Menurutnya, pertumbuhan industri tidak boleh justru menimbulkan hambatan baru akibat kapasitas transportasi dan logistik yang tidak mampu mengikuti peningkatan aktivitas.

"Kalau KITB, Kawasan Industri Kendal, dan Semarang berkembang, maka pergerakan orang dan barang jangan sampai ada bottle neck atau sumbatan," kata Luthfi saat menerima audiensi perwakilan Kedutaan Besar Inggris dan Techne Praxis International di kantornya, Kamis 17 September 2026.

Luthfi menyebutkan kajian pengembangan kawasan tersebut sebelumnya telah dilakukan dengan dukungan Pemerintah Inggris dan Techne Praxis International. Kajian itu mempertimbangkan keterhubungan antarkabupaten dan kota sekaligus perkembangan ekonomi di sepanjang koridor Semarang hingga Batang.

Adapun, realisasi pengembangan tersebut hingga kini masih menunggu regulasi dari pemerintah pusat. Setelah regulasi tersedia, pemerintah daerah akan menindaklanjutinya melalui penandatanganan nota kesepakatan dan penyusunan rencana kerja.

"Saya sudah minta Asisten Ekonomi dan Pembangunan untuk segera dirapatkan dengan kementerian terkait agar segera dieksekusi," ujar Luthfi.

Nantinya, pengembangan kawasan berorientasi transit juga diarahkan untuk terhubung dengan rencana pembangunan pelabuhan darat atau dry port. Saat ini, rencana pembangunan dry port di Batang telah mendapatkan persetujuan dan sedang dimatangkan dengan lahan yang disiapkan sekitar 50 hektare.

Managing Director Techne Praxis International, Puspita Galih Resi, mengatakan kajian yang didukung hibah Pemerintah Inggris tersebut juga telah memperhitungkan skema pengelolaan kawasan berorientasi transit. Dari koridor Tawang-Weleri-Batang, dua kawasan yang menjadi prioritas awal adalah Tawang dan Weleri berdasarkan tingkat urgensinya.

"Namun dari satu koridor ini (Tawang—Weleri—Batang), hanya dua yang diutamakan dengan melihat urgensinya yaitu KBT Tawang dan KBT Weleri," ujarnya.

Menurut Puspita, Weleri memiliki posisi penting karena menjadi kawasan penyangga pertumbuhan ekonomi yang berlangsung di kawasan industri Batang. Infrastruktur dan kebutuhan pendukung tidak seluruhnya harus dipusatkan di Batang, terutama untuk menyediakan hunian dan berbagai kebutuhan masyarakat yang bekerja di kawasan industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....