Dialog dengan Santri, Taj Yasin Ungkap Bekal Penting Menjadi Pemimpin Masa Depan
- 16 Sep 2026 20:34 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Puluhan santri Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus Kabupaten Karanganyar mendapat kesempatan belajar langsung tentang kepemimpinan dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Dalam pertemuan di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu 16 Sepetember 2026, para santri berdialog mengenai bekal yang harus dimiliki untuk menjadi pemimpin masa depan.
Menjawab pertanyaan para santri, Gus Yasin menegaskan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun sejak usia muda. Menurutnya, pondasi spiritual, kedisiplinan, dan ketekunan dalam menuntut ilmu menjadi modal utama dalam membentuk karakter seorang pemimpin.
"Menjadi pemimpin itu ada tahapannya. Seperti teladan Nabi Muhammad SAW maupun Imam Syafi'i, semua melalui proses belajar, mengamalkan ilmu, hingga riyadhah. Di usia adik-adik santri saat inilah pondasi itu dibangun," ujar Gus Yasin.
Ia menambahkan, keistiqomahan dalam beribadah dan menjaga nilai-nilai kebaikan menjadi kunci agar santri mampu tumbuh sebagai pemimpin yang tangguh. Bekal tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan akhlak.
Selain membahas kepemimpinan, Gus Yasin juga menjawab pertanyaan mengenai kesiapan lulusan pesantren menghadapi persaingan global. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat akses pendidikan bagi santri melalui berbagai program dukungan.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan beasiswa bagi lulusan pesantren yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun Ma'had Aly. Program itu diharapkan mampu melahirkan santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki daya saing akademik di tingkat nasional dan global.
"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi beasiswa untuk lulusan pesantren, baik yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, swasta, maupun Ma'had Aly yang setara S1. Kita ingin santri tidak hanya matang secara ilmu agama, tetapi juga siap bersaing secara akademis dan global," katanya.
Pemprov Jateng juga terus menyalurkan insentif kepada ribuan pengajar agama sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membangun karakter generasi muda. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan berbasis keagamaan di Jawa Tengah.
Kepala Unit Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus, Tri Musthofa, mengatakan kunjungan tersebut sengaja dilakukan agar para santri memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lapangan. Menurutnya, ilmu yang dipelajari akan lebih mudah dipahami ketika santri melihat penerapannya secara nyata.
“Belajar tidak hanya di kelas. Mereka harus mengembara. Mereka harus pergi ke tempat di mana ilmu itu berasal, sehingga para santri bisa melihat ilmu teraplikasikan dan mendapatkan ilmu secara langsung,” ucapnya.
Ia berharap kunjungan ke pusat pemerintahan Provinsi Jawa Tengah dapat memperluas wawasan para santri tentang kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan bekal ilmu dan pengalaman tersebut, para santri diharapkan mampu menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....