Jateng Siapkan Kawasan Industri Halal untuk Tarik Investor dari Luar Daerah

  • 02 Okt 2026 13:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID-Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan konsep kawasan industri halal sebagai salah satu strategi menarik investasi dari luar daerah sekaligus memperkuat pengembangan ekonomi syariah. Konsep tersebut kini dibahas bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta para pelaku ekonomi syariah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, kawasan industri halal disiapkan untuk membuka ruang lebih besar bagi masuknya pelaku industri dan investor dari luar Jawa Tengah. Menurutnya, pembentukan kawasan tersebut perlu dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan industri sekaligus potensi ekonomi syariah di daerah.

Pengembangan kawasan industri halal, kata Taj Yasin, tidak cukup hanya mengandalkan kawasan produksi. Ekosistem pendukung seperti pariwisata ramah muslim, kuliner halal, serta berbagai layanan yang menunjang kebutuhan wisatawan dan konsumen muslim juga perlu diperkuat agar aktivitas ekonomi syariah berkembang secara terintegrasi.

Potensi tersebut, Menurutnya, terlihat dari apresiasi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, terhadap layanan yang ramah bagi wisatawan muslim di Jawa Tengah. Kondisi itu dinilai dapat menjadi salah satu modal untuk memperluas aktivitas ekonomi syariah sekaligus membuka peluang investasi di berbagai sektor.

Taj Yasin mengatakan penguatan ekonomi syariah akan masuk dalam arah pembangunan Jawa Tengah pada 2027. Karena itu, pengembangan ekonomi syariah dan pariwisata ramah muslim berkelanjutan akan menjadi bagian dari sektor yang terus didorong pemerintah provinsi.

“Tenaga baru ini harus benar-benar menambah sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan masyarakat ekonomi syariah yang sudah terbangun dengan baik ini,” ujarnya di sela Sharia Economic Leaders Forum (SELF) Jateng 2026 di Padma Hotel Semarang, Jumat, 2 Oktober 2026.

Sementara itu, Ketua Umum MES Jawa Tengah Rezza Arief Budy Artha mengatakan, kepengurusan MES periode 2026-2031 akan mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu agenda yang diperkuat adalah pengembangan ekspor melalui program-program ekonomi syariah.

Salah satu langkah yang dibahas dalam SELF Jateng 2026 adalah pengembangan koperasi ekspor. Program tersebut diarahkan untuk membantu membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha Jawa Tengah sekaligus memperkuat kapasitas mereka dalam menjangkau pasar ekspor.

Rezza mengatakan MES Jawa Tengah membawa agenda pengembangan ekonomi syariah yang inklusif, progresif, dan inovatif. MES juga membuka kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat agar kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian daerah dapat diperluas.

“Semua masyarakat Jawa Tengah, siapa pun Anda dan apa pun latar belakangnya, mari sama-sama berkolaborasi mengembangkan ekonomi di Jawa Tengah,” katanya.

Menurut Rezza, generasi muda juga memiliki peran dalam pengembangan ekonomi syariah. Potensi dan kreativitas anak muda dapat diarahkan untuk mengembangkan sektor syariah sekaligus memperluas inovasi dan kegiatan ekonomi di Jawa Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....