Modus Penipuan Tiket KA via PayLater, KAI Daop 4 Semarang Ingatkan Pelanggan
- 14 Sep 2026 10:52 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Awas Modus Penipuan Tiket KA via PayLater, KAI Daop 4 Semarang Ingatkan Pelanggan Kereta Api
- Modus ini menyasar calon korban dengan cara memanipulasi psikologis. Pelaku biasanya membujuk korban dengan dalih meminta bantuan
RRI.CO.ID, Pekalongan – Masyarakat diminta tidak mudah tergiur tawaran komisi atau keuntungan instan untuk membantu memesankan tiket kereta api. KAI Daerah Operaso(Daop) 4 Semarang mengingatkan adanya modus penipuan dengan teknik rekayasa sosial atau social engineering yang memanfaatkan fasilitas pembiayaan digital atau PayLater pada platform pihak ketiga maupun e-commerce.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif, menjelaskan, modus ini menyasar calon korban dengan cara memanipulasi psikologis. Pelaku biasanya membujuk korban dengan dalih meminta bantuan, menawarkan komisi, atau menjanjikan keuntungan jika korban bersedia menggunakan limit PayLater miliknya untuk membeli tiket kereta api.
Sekilas, transaksi tersebut terlihat seperti permintaan bantuan biasa. Namun, korban justru berpotensi menanggung beban cicilan dan bunga, sementara pelaku memperoleh keuntungan dari transaksi tersebut.
Luqman mengatakan, setelah tiket berhasil diterbitkan, pelaku kemudian memanfaatkan kendali akun pemesanan untuk melakukan pembatalan atau refund. Uang hasil pengembalian tiket selanjutnya mengalir kepada pelaku.
“Setelah tiket terbit, pelaku memanfaatkan kendali akun pemesanan untuk memproses pembatalan tiket (refund). Akibatnya, uang pengembalian dana pembatalan mengalir ke rekening pelaku, sementara korban tetap dibebani kewajiban tagihan cicilan PayLater beserta bunganya,” jelas Luqman, Senin, 14 September 2026.
KAI menegaskan modus tersebut bukan terjadi karena adanya celah keamanan pada sistem pemesanan tiket kereta api. Menurut Luqman, pelaku memanfaatkan kelengahan dan kepercayaan korban dalam menggunakan fasilitas pembiayaan pribadi.
“Kami menegaskan bahwa infrastruktur transaksi dan sistem tiket KAI sepenuhnya aman. Modus ini murni merupakan rekayasa sosial di luar ekosistem operasional langsung KAI yang memanfaatkan kelalaian serta limit pembiayaan individu,” ucapnya.
KAI Daop 4 Semarang meminta masyarakat melakukan pemesanan tiket secara mandiri melalui kanal resmi. Pelanggan disarankan menggunakan aplikasi Access by KAI atau laman resmi KAI untuk memastikan keamanan data dan transaksi.
KAI juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memesankan tiket bagi orang yang tidak dikenal, terlebih apabila transaksi tersebut mengharuskan penggunaan akun finansial, fasilitas cicilan, atau limit pinjaman milik pribadi.
Selain itu, masyarakat diminta menjaga kerahasiaan data sensitif. Password, PIN, serta kode OTP tidak boleh diberikan kepada siapa pun dengan alasan apa pun. Tawaran komisi maupun keuntungan mudah yang mengharuskan seseorang melakukan transaksi atas nama orang lain juga patut dicurigai.
Apabila menemukan indikasi penipuan, masyarakat diminta menyimpan rekam jejak percakapan serta bukti transaksi. Bukti tersebut dapat menjadi bahan penting dalam proses investigasi dan pelaporan kepada pihak berwenang.
Jika sudah menjadi korban, masyarakat diminta segera melapor ke kepolisian terdekat dan menghubungi layanan konsumen platform terkait. Keabsahan tiket juga dapat dikonfirmasikan melalui kanal resmi KAI.
Untuk informasi mengenai jadwal, pemesanan, serta ketentuan pembatalan tiket, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon 121. Selain itu, juga melalui WhatsApp resmi 0811-2223-3121, email cs@kai.id, atau media sosial resmi @KAI121.
KAI menekankan, kewaspadaan pengguna menjadi salah satu kunci mencegah modus rekayasa sosial. Jangan sampai iming-iming komisi sesaat justru membuat masyarakat harus menanggung cicilan PayLater dan bunga atas tiket yang pada akhirnya dibatalkan oleh pelaku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....