Tilawah Disabilitas Netra Diikuti 40 Orang, Zainuddin Ungkap Tak Mengejar Juara
- 13 Sep 2026 21:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 12 majelis lomba dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang bergulir, Minggu 12 September 2026. Salah satunya, Tilawah Disabilitas Netra yang digelar di Studio Catwalk BBPVP Kementerian Tenaga Kerja Semarang.
Di antara peserta yang tampil, ada Ahmad Zainuddin, qari disabilitas netra asal Kota Semarang. Bagi Zainuddin, keikutsertaannya dalam MTQ Nasional bukan semata-mata untuk mengejar gelar juara.
Dia datang membawa niat sederhana, belajar lebih dalam tentang seni tilawah Al-Qur'an. Soal hasil dan gelar juara, sepenuhnya diserahkan kepada ketentuan Allah.
Saat ditemui di lokasi Majelis 3, Zainuddin baru saja menyelesaikan penampilannya. Di hadapan sembilan dewan hakim, ia melantunkan Surat Ali Imran ayat 189.
"Bukan niat cari juara, saya niatnya untuk mempelajari tilawah Al-Qur'an itu lebih dalam," ujar Zainuddin, warga Tlogomulyo, Pedurungan, Kota Semarang. Bagi Zainuddin, Al-Qur'an bukan sekadar bacaan. Ayat-ayat Kalamullah memberinya ketenangan bagi kalbu.
Sejak berusia 16 tahun, dia mulai serius mendalami Al-Qur'an, dengan belajar di Pondok Pesantren Al Khairat, Jepara. Perjalanannya menghafal Al-Qur'an pun tidak selalu mudah.
Zainuddin mengaku sempat frustrasi ketika pertama kali belajar menghafal. Hingga suatu ketika, sebuah pertemuan sederhana dengan seorang lelaki tua membuka mata batinnya.
"Waktu itu saya bertemu dengan orang tua. Kata teman saya, dia hanya bercelana dan telanjang dada. Di situ saya dikatai, 'Hei goblok, kamu dikasih telinga, pikiran dan mulut juga hati.' Habis itu dia pergi," kenangnya.
Ucapan itu sempat membuat Zainuddin merenung. Dia kemudian menyadari, setiap bagian tubuh yang diberikan Allah memiliki fungsi untuk membantu manusia belajar. "Lalu saya merenung. Ternyata telinga untuk mendengar, pikiran untuk mengingat dan hati untuk menyimpan," tuturnya.
Sejak saat itu, niat Zainuddin semakin kuat untuk terus menghafal dan menyempurnakan bacaan Al-Qur'an. Dia kemudian mulai mengikuti berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an, dari tingkat kecamatan hingga provinsi.
Sejumlah prestasi pun berhasil diraihnya. Prestasi tertingginya adalah meraih juara dua pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pati dan Tegal. Untuk tampil di ajang nasional, Zainuddin mengaku telah mempersiapkan diri secara serius selama setahun.
Namun, setelah seluruh ikhtiar dilakukan, dia memilih tidak menggantungkan kebahagiaannya pada hasil perlombaan. Baginya, berada di tengah orang-orang yang sama-sama mencintai Al-Qur'an, sudah menjadi pengalaman yang patut disyukuri.
"Alhamdulillah, ini pengalaman yang saya rasakan memang sangat nikmat banget, berkumpul dengan ahlul Qur'an. Teman-teman yang sefrekuensi," paparnya. Sementara itu, qariah disabilitas netra asal Kalimantan Timur, Siti Nurjanah, mengatakan telah mempersiapkan diri selama sembilan bulan untuk mengikuti ajang tersebut.
"Saya dengan pelatih berlatih dua kali dalam satu hari, selama sembilan bulan itu. Harapannya ya bisa mendapat juara satu, karena di ajang tahun lalu mendapat juara harapan satu," ungkapnya.
Person in Charge (PIC) Majelis 3 Tartil dan Tilawah Disabilitas Netra, Mohammad Asyiq mengatakan, total peserta tilawah disabilitas netra berjumlah 40 orang dari 37 provinsi. Babak penyisihan berlangsung Minggu hingga Kamis, sedangkan babak final dijadwalkan Jumat.
"Hari ini penyisihan dan final pada Jumat. Untuk materi itu satu jam sebelum tampil baru peserta mendapatkan, demikian pula urutan tampil. Mereka kemudian harus membaca, baik itu hafalan atau dengan Al-Qur'an Braille, di depan sembilan dewan hakim," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....