Muhammad Atala, Peserta Cilik Sulawesi Tengah Jalani Debut MTQ Nasional
- 15 Sep 2026 14:11 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pengalaman mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang menjadi kesempatan berharga bagi Atala, peserta cilik dari Kafilah Sulawesi Tengah. Siswa kelas 6 sekolah dasar itu mengikuti cabang Tahfiz 1 Juz plus Tilawah yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Selasa 15 September 2026.
Atala mengaku berada di Semarang selama sekitar satu pekan untuk mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus menjalani persiapan menghadapi kompetisi. Menurutnya, pengalaman selama berada di Semarang memberikan banyak manfaat, terutama karena mendapat bimbingan dari ustaz dan ustazah yang mendampingi persiapannya.
“Pengalaman di Kota Semarang sangat membuat saya menjadi lebih baik karena terus dilatih oleh ustaz dan ustazah yang sangat hebat,” ujar Atala.
Meski masih berusia sekolah dasar, Atala berusaha menikmati setiap proses yang dijalaninya dalam ajang MTQ tingkat nasional tersebut. Mengenai peluang untuk melanjutkan ke babak berikutnya, ia masih menunggu hasil dari dewan hakim.

Pendamping sekaligus pembina Atala, Hajah Hasni Haji Timi, mengatakan persiapan peserta untuk mengikuti MTQ Nasional kali ini sebenarnya belum berlangsung terlalu lama. Karena itu, menurutnya, masih diperlukan proses pembinaan yang lebih intensif untuk meningkatkan kualitas bacaan maupun penguasaan irama tilawah.
“Persiapannya sebenarnya belum terlalu lama. Masih butuh waktu untuk lebih dimantapkan lagi, terutama kualitas bacaan dan irama lagunya,” kata Hasni.
Ia menjelaskan, pada cabang Tahfiz 1 Juz plus Tilawah, setiap provinsi mengirimkan dua peserta yang terdiri atas satu putra dan satu putri. Seluruh peserta yang hadir merupakan wakil terbaik dari daerah masing-masing dan telah melalui proses persiapan sebelum tampil di Semarang.
Menurut Hasni, persaingan dalam MTQ Nasional XXXI cukup ketat karena diikuti kafilah dari puluhan provinsi. Setiap daerah tentu memiliki target dan persiapan masing-masing.

Namun, ia menilai hasil akhir merupakan bagian dari ketentuan Allah. Karena itu, yang terpenting bagi peserta adalah mampu memberikan penampilan terbaik sesuai kemampuan yang telah dipersiapkan.
“Semua provinsi punya target. Semua juga punya persiapan yang matang. Kita hanya bisa menampilkan yang terbaik yang kita punya, selebihnya Allah yang menentukan,” ujarnya.
Selain pengalaman berkompetisi, Hasni juga mengaku menikmati suasana Kota Semarang. Menurutnya, Semarang merupakan kota yang indah dan ramai. Kondisi cuaca yang cenderung panas juga tidak terlalu menjadi persoalan karena relatif sama dengan daerah asalnya di Sulawesi Tengah.
“Buat saya Semarang sangat indah dan ramai. Cuacanya kurang lebih sama dengan daerah kami yang juga panas, jadi kami tidak begitu kaget,” katanya.

Bagi Atala, keikutsertaan dalam MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi. Kesempatan mendapatkan pembinaan dari para ustaz dan ustazah serta pengalaman tampil di tingkat nasional menjadi bekal penting untuk terus meningkatkan kemampuan dalam menghafal dan melantunkan Al-Qur’an.
Perjalanan Atala bersama Kafilah Sulawesi Tengah pun masih menunggu hasil penilaian dewan hakim untuk mengetahui apakah berlanjut ke babak berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....