Penutupan MTQ Nasional, Taj Yasin Titip Pesan untuk Penyelenggaraan Berikutnya
- 19 Sep 2026 20:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke depan semakin profesional dan inklusif.Pesan tersebut disampaikan Taj Yasin saat penutupan MTQ Nasional ke-31 Tahun 2026 di Lapangan Pancasila Semarang, Sabtu, 19 September 2026 malam.
Menurutnya, penguatan integritas, objektivitas, transparansi, akuntabilitas, serta pembinaan peserta secara berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga kualitas dan marwah MTQ. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan MTQ Nasional yang berlangsung di sejumlah arena di Kota Semarang.
Sebanyak 2.242 peserta dari 37 provinsi mengikuti perlombaan yang digelar di 12 arena, dengan delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori. “Atas nama Ketua LPTQ Provinsi Jawa Tengah dan atas nama pribadi, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan MTQ ini,” kata Taj Yasin.
Apresiasi juga disampaikan kepada 6.350 personel pengamanan, 306 tenaga kesehatan, para dewan hakim, serta 15 bidang kepanitiaan yang bekerja selama pelaksanaan MTQ. Taj Yasin juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan, termasuk dalam pengaturan lalu lintas dan parkir.
Dalam MTQ Nasional ke-31, Jawa Tengah mengirimkan 67 kafilah hasil seleksi berjenjang mulai tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Dari jumlah tersebut, 30 peserta Jawa Tengah berhasil lolos ke babak final.
Taj Yasin mengapresiasi perjuangan seluruh peserta Jawa Tengah yang dinilai telah membawa nama baik daerah dengan menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. “Terima kasih atas perjuangannya yang membawa nama baik daerah, kepada para juara, kami ucapkan selamat atas prestasinya,” katanya.
Menurut Taj Yasin, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang bersama untuk semakin membumikan Alquran di tengah masyarakat. Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan taaruf hingga pembukaan MTQ di kawasan Simpang Lima Semarang.
Penyelenggaraan MTQ Nasional ke-31 juga diwarnai pemecahan rekor MURI Mars MTQ yang melibatkan peserta secara hybrid. Rangkaian kegiatan dilengkapi seminar internasional, muzakarah ilmiah, pameran mushaf dan manuskrip Alquran, serta eksibisi tilawah dan kitabah bagi penyandang disabilitas.
Untuk penyelenggaraan MTQ berikutnya, Taj Yasin menilai integritas dan marwah MTQ perlu terus dijaga melalui profesionalitas, objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, terutama dalam sistem perhakiman dan penilaian. “Pembinaan peserta juga harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kaderisasi, peningkatan kompetensi pelatih dan dewan hakim, serta penguatan lembaga pendidikan Alquran,” ucapnya.
Setelah seluruh rangkaian MTQ Nasional ke-31 selesai, Taj Yasin berharap para kafilah membawa pulang tidak hanya prestasi, tetapi juga pengalaman, persaudaraan, dan kenangan baik selama berada di Jawa Tengah. “Kami punya moto, para kafilah datang ke Jawa Tengah bahagia, pulang tertawa,” ujarnya.
Taj Yasin kemudian menyampaikan selamat kepada Provinsi DKI Jakarta yang mendapat amanah menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-32 Tahun 2027. LPTQ Jawa Tengah menyatakan siap memberikan dukungan maupun masukan untuk pelaksanaan MTQ Nasional berikutnya.
“Semoga ke depan akan lebih baik lagi. Kami LPTQ Provinsi Jawa Tengah siap mendukung dan memberikan masukan untuk MTQ ke-32,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....