Dorong Pesisir Jadi Sumber Kesejahteraan, Rektor USM Raih RRI Award 2026
- 11 Sep 2026 12:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang: Rektor Universitas Semarang (USM) Dr. Supari, S.T., M.T. meraih penghargaan sebagai “Tokoh Peduli Masyarakat Pesisir” pada RRI Award dalam rangka HUT ke-81 RRI. Penghargaan diberikan di Auditorium RRI Semarang, Jumat 11 September 2026. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas perhatian dan berbagai upaya yang dilakukan USM dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di wilayah pantai utara Jawa Tengah.
Dr. Supari mengatakan, USM memiliki kedekatan dengan masyarakat pesisir karena kampus tersebut berada di wilayah Pantura Jawa Tengah. Selain itu, sebagian besar sivitas akademika USM juga berasal dari Kota Semarang dan berbagai daerah di sepanjang pantai utara Jawa Tengah.
"Kami memang berlokasi di pesisir Jawa Tengah, khususnya di pantai utara. Sivitas akademika kami, dosen, karyawan, dan mahasiswa, mayoritas juga dari pesisir Jawa Tengah," ujarnya.
Kondisi tersebut, menurut Supari, mendorong USM mengembangkan berbagai program yang berorientasi pada persoalan dan potensi masyarakat pesisir. Dalam pelaksanaannya, USM mengajak berbagai unsur untuk terlibat, mulai dari masyarakat, dunia usaha, dunia industri, hingga pemangku wilayah.
Semangat yang dibangun adalah mendorong masyarakat pesisir untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan. USM berupaya menempatkan berbagai persoalan di kawasan pesisir bukan hanya sebagai tantangan, tetapi juga peluang untuk menciptakan sumber ekonomi baru.
Salah satunya menyikapi fenomena penurunan muka tanah dan perubahan sejumlah kawasan daratan menjadi perairan. USM mendorong agar kondisi tersebut dapat diolah menjadi potensi wisata air yang ramah lingkungan. "Kami sikapi tanah yang menjadi air ini sebagai anugerah yang masih tersembunyi. Kita buat menjadi wilayah yang layak menjadi tujuan wisata air," katanya.
USM juga mengembangkan gagasan pemanfaatan perahu listrik sebagai sarana wisata sekaligus transportasi masyarakat pesisir. Konsep tersebut diarahkan untuk mendukung penggunaan kendaraan rendah karbon dan target net zero emission. Selain sektor wisata, Supari menyebut USM juga mendorong pengembangan transportasi bagi masyarakat yang memiliki usaha karamba di pesisir.
Di sisi lain, USM juga tengah mengembangkan konsep penyediaan sumber energi listrik untuk perahu nelayan. Charging baterai di sejumlah dermaga menjadi bagian dari upaya mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan bagi aktivitas masyarakat pesisir.
"Kita sedang berproses ke sana. Poinnya adalah bagaimana membuat apa yang ada ini menjadi berkah, rahmat yang bisa kita nikmati, dan bisa kita sulap menjadi sumber-sumber finansial baru di masyarakat pesisir," tuturnya.
Supari menegaskan, USM siap mendampingi masyarakat pesisir melalui pendekatan kolaboratif agar potensi yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru. "Semangatnya adalah mari bersama-sama dengan Universitas Semarang, kami siap mendampingi bareng-bareng untuk naik level, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Jawa Tengah, khususnya di Semarang dan sekitarnya," ujarnya.
Menyambut HUT ke-81 RRI, Supari menyampaikan apresiasi terhadap peran RRI dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. "RRI senantiasa di hati kami. Sangat bermakna apa-apa informasi dari pemerintah, apa-apa informasi perkembangan di Jawa Tengah," katanya.
Ia berharap RRI terus menjadi media yang memberikan informasi dan manfaat bagi masyarakat. "Selamat ulang tahun yang ke-81 untuk RRI, sekali di udara tetap di udara, RRI berdaulat, adil dan makmur," ucapnya.
Sementara itu, Kepala LPP RRI Semarang Bambang Dwiana mengatakan, pemberian RRI Award dilakukan setelah pihaknya melakukan pemetaan terhadap sejumlah tokoh yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi luar biasa bagi masyarakat Jawa Tengah. Menurutnya, dari sejumlah nama yang sejak awal dibidik, RRI Semarang kemudian mengerucutkan pilihan menjadi enam tokoh dengan kategori penghargaan yang berbeda.
"Sebenarnya kita dari awal sudah membidik beberapa nama, tapi kita mengerucut hanya enam nama yang betul-betul sebagai tokoh, sebagai orang-orang yang kita anggap mempunyai dedikasi dan kontribusi yang luar biasa," ujarnya.
Bambang menjelaskan, kategorisasi penghargaan tersebut antara lain mencakup tokoh wanita inspiratif, peduli pendidikan, peduli kebudayaan, hingga peduli masyarakat pesisir. Seluruh penerima dinilai memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat Jawa Tengah.
"Dinilai dari kontribusi beliau-beliau selama ini. Makanya kita bikin kategorisasi, ada wanita inspiratif, ada peduli pendidikan, peduli kebudayaan, pesisir itu ya, semuanya itu memberikan kontribusi yang luar biasa bagi masyarakat Jawa Tengah khususnya, karena kita berada di Jawa Tengah," katanya.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya RRI untuk mengangkat berbagai kontribusi positif para tokoh di tengah masyarakat. RRI, kata Bambang, memiliki tanggung jawab untuk terus menyampaikan informasi yang dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat. Bambang berharap penghargaan RRI Award dapat menjadi pemantik bagi para penerima untuk semakin memperluas kontribusi dan memberikan inspirasi kepada masyarakat Jawa Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....