BMKG Proyeksikan Awal Musim Hujan di Jateng Mundur Awal November

  • 14 Sep 2026 12:06 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di sebagian wilayah Jawa Tengah baru akan dimulai pada awal November 2026 akibat pengaruh fenomena El Nino. Hal itu, otomatis membuat durasi musim kemarau menjadi lebih panjang.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, menjelaskan pada kondisi normal, sejumlah wilayah Jawa Tengah umumnya mulai memasuki musim hujan pada awal hingga pertengahan Oktober. Perkiraan normal tersebut didasarkan pada rata-rata data klimatologi yang dikumpulkan BMKG selama 30 tahun terakhir.

Namun, untuk tahun 2026 ini, awal musim hujan diperkirakan mengalami kemunduran. Beberapa daerah di Jawa Tengah baru mulai memasuki musim hujan pada awal November, sementara wilayah lainnya menyusul hingga pertengahan Desember.

"Jadi, awal November sampai pertengahan Desember itu kurang lebih awal-awal musim hujan di wilayah Jawa Tengah. Tidak tidak seluruh Jawa Tengah akan serentak di awal November, ada yang di awal Desember, ada yang di pertengahan Desember begitu," ujarnya beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, El Nino menjadi faktor yang memperkuat kekeringan selama musim kemarau berlangsung. Fenomena tersebut menyebabkan curah hujan berkurang sehingga dampak kemarau menjadi lebih terasa di berbagai daerah.

"Kondisi kemarau ini saya sampaikan memang sifatnya di bawah normal. Di bawah normal itu bahasa publiknya kering karena ada fenomena El Nino. El Nino ini ketika terjadi pada musim kemarau, semakin menambah keparahannya," katanya.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, menambahkan wilayah pegunungan tengah seperti Banyumas, Banjarnegara, dan Wonosobo diperkirakan menjadi daerah yang lebih dahulu memasuki musim hujan. Sementara, kawasan pesisir utara diprediksi mengalami musim hujan lebih lambat dibandingkan daerah lainnya.

"Kalau pesisir Semarang itu biasanya hampir sama dengan Semarang, Rembang, Pati. Itu nanti agak terakhir-terakhir," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....