Di Tengah Kekeringan, Salat Istisqa Jadi Sarana Belajar Siswa Kudus

  • 11 Sep 2026 10:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus – Di tengah kondisi Kabupaten Kudus yang cukup lama tidak diguyur hujan, siswa SD 1 dan SD 2 Mlatinorowito mengikuti Salat Istisqa. Selain menjadi ikhtiar memohon turunnya hujan, kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi para siswa.

Kepala SD 2 Mlatinorowito, Senen Budiarto yang juga Imam sekaligus khatib Salat Istisqa mengatakan, kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun, sedangkan tujuan lainnya memberikan pembelajaran kepada siswa dan guru mengenai Salat Istisqa.

“Yang pertama memang mohon kepada Allah agar supaya hujan, karena sudah lama kita tidak ada hujan. Yang kedua juga memberikan pelajaran kepada anak-anak semuanya dan juga mungkin termasuk gurunya,” ujar Senen Budiarto usai acara Salat Istisqa, Jumat, 11 September 2026.

Menurutnya, Salat Istisqa jarang dilaksanakan sehingga para siswa perlu mendapatkan penjelasan mengenai tata caranya. Sebelum salat dimulai, siswa diberikan pemahaman mengenai rangkaian pelaksanaan Salat Istisqa.

Ia menjelaskan, pada rakaat pertama setelah takbiratul ihram terdapat tujuh kali takbir. Sementara pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir setelah takbiratul ihram.

Pelaksanaan Salat Istisqa juga dianjurkan dilakukan di tempat lapang. Selain itu, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan dalam pelaksanaannya, termasuk memperbanyak doa dan mengangkat tangan tinggi-tinggi saat berdoa sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT.

Senen berharap doa yang dipanjatkan dalam Salat Istisqa kali ini kembali dikabulkan. Sebab, pada pelaksanaan sebelumnya, hujan disebut turun setelah doa Salat Istisqa dipanjatkan.

“Seperti dua tahun lalu, Alhamdulillah waktu itu Allah langsung mengabulkan pada malam harinya. Mudah-mudahan nanti malam Allah mengabulkan doa-doa kita,” ucapnya.

Pelaksanaan Salat Istisqa di sekolah tersebut bukan kali pertama dilakukan. Selama tiga tahun dirinya bertugas sebagai imam dan khatib, kegiatan serupa telah dilaksanakan sebanyak dua kali.

Pelaksanaan pertama dilakukan pada 2024 ketika kondisi kekeringan melanda Kabupaten Kudus. Setelah Salat Istisqa dilaksanakan, hujan turun pada malam harinya dan disebut merata di wilayah Kabupaten Kudus.

Antusiasme para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut juga cukup tinggi. Sebelum pelaksanaan, siswa diumumkan untuk mengenakan pakaian muslim dan membawa tikar sehingga mereka terlihat bersemangat mengikuti kegiatan hingga selesai.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pembelajaran yang lebih efektif karena siswa dapat mempraktikkan secara langsung tata cara Salat Istisqa. Jika hanya diberikan di dalam kelas, siswa kemungkinan hanya memperoleh pemahaman secara teori.

Pelaksanaan Salat Istisqa kali ini diikuti hampir 300 orang. Peserta terdiri atas siswa dan guru dari dua sekolah dasar, yakni SD 1 dan SD 2 Mlatinorowito.

Salah satu siswa yang mengikuti kegiatan, Nizar siswa kelas 6 SD 1 Mlatinorowito mengaku sebelumnya pernah mengikuti Salat Istisqa. Namun, pengalaman tersebut tetap menjadi pembelajaran baginya karena dapat kembali mempraktikkan secara langsung tata cara salat untuk meminta hujan.

“Senang dapat ikut salat Istisqa, kan sudah lama panas dan belum ada hujan. Salat ini dilaksanakan untuk meminta hujan, mudah – mudahan hujan segera turun di Kudus,” ujar Nizar. (RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....