Perkuat Kesiapsiagaan, Untidar Gelar Simulasi Penanganan Bencana Erupsi Merapi
- 10 Sep 2026 20:49 WIB
- Semarang
Poin Utama
- simulasi penanganan bencana erupsi Merapi
RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Warga Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, mengikuti simulasi evakuasi erupsi Gunung Merapi, Kamis, 10 September 2026. Simulasi tersebut digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana III Merapi.
Simulasi penanganan bencana dilaksanakan Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan BEM FKIP Universitas Negeri Tidar Magelang. Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Magelang dan Pemerintah Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung.
Ketua Tim PPK Ormawa BEM FKIP Untidar Magelang, Caesario Mapparannu, mengatakan simulasi bertujuan meningkatkan penguatan mitigasi dan evakuasi masyarakat Desa Kemiren dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Merapi. Menurutnya, praktik lapangan melalui simulasi menjadi bagian penting dalam program pengabdian tim PPK Ormawa FKIP Untidar.
“Simulasi penanganan bencana erupsi Merapi ini, bertujuan untuk meningkatkan penguatan mitigasi dan evakuasi masyarakat Desa Kemiren, dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Merapi,” kata Caesario.
Caesario mengatakan simulasi tersebut merupakan “jantung utama” dari program pengabdian tim PPK Ormawa FKIP Untidar. Kegiatan itu sekaligus diarahkan untuk mewujudkan desa konservasi dan tangguh bencana.
”Ini merupakan salah satu program unggulan dari tim PPK Ormawa BEM FKIP. Guna meningkatkan penguatan mitigasi dan evakuasi masyarakat Desa Kemiren dalam menghadapi ancaman erupsi Gunung Merapi,” katanya.
Perangkat Desa Kemiren, Haryanto, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Untidar Magelang yang kembali menghidupkan kesadaran kolektif warga dalam menghadapi ancaman erupsi Merapi. Menurutnya, Desa Kemiren merupakan salah satu desa di Kecamatan Srumbung yang berada dekat dengan Gunung Merapi.
”Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Desa Kemiren berada di kawasan rawan bencana III Merapi,” katanya.
Haryanto menilai pelatihan yang dibuat mendekati kondisi sebenarnya menjadi bekal berharga bagi masyarakat Kemiren. Ia berharap simulasi yang dilakukan secara intensif dapat semakin meningkatkan kesiapan warga dalam menghadapi bencana.
Ia berharap edukasi keselamatan yang komprehensif dapat mewujudkan masyarakat lereng Merapi yang sadar dan sigap menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Dengan demikian, masyarakat di kawasan rawan bencana dapat semakin tangguh ketika menghadapi ancaman erupsi Merapi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....