Damkar Kendal Latih Siswa SD Jadi Agen Pencegahan Kebakaran di Rumah
- 27 Agt 2026 20:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kendal Sektor Sukorejo mengajak ratusan siswa SD Negeri 1 Petung, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, mengenali berbagai potensi kebakaran sekaligus cara melakukan penanganan awal. Edukasi tersebut diberikan melalui sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran di lingkungan sekolah, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan diikuti siswa kelas satu hingga kelas enam. Selain mendapatkan pengetahuan tentang penyebab kebakaran, para siswa juga diperkenalkan dengan peralatan yang digunakan petugas pemadam kebakaran.
Anggota Damkar Kendal Sektor Sukorejo, Kusnadi, mengatakan edukasi kebakaran penting diberikan kepada anak-anak karena mereka termasuk kelompok yang rentan ketika terjadi kebakaran.
"Anak-anak ini nantinya bisa menjadi agen perubahan di keluarganya masing-masing, misalnya mengingatkan orang tua untuk selalu mengecek kompor sebelum keluar rumah atau memastikan instalasi listrik aman," ujarnya.
Kepala SD Negeri 1 Petung, Christiana, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan profesi pemadam kebakaran sekaligus menanamkan sikap tanggap bencana kepada anak sejak dini. "Ini adalah bagian dari memperkuat karakter generasi penerus bangsa," kata Christiana.
Menurutnya, pemahaman mengenai kebakaran penting diberikan sejak usia sekolah agar anak-anak memiliki pengetahuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat. Edukasi tersebut juga diharapkan dapat membentuk kepedulian dan kesiapsiagaan siswa terhadap lingkungan sekitar.
Petugas Damkar Kendal Sektor Sukorejo, Tiyas, menyampaikan materi dengan pendekatan interaktif dan ramah anak. Para siswa dikenalkan dengan sejumlah penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga.
Beberapa di antaranya yakni korsleting listrik, kebocoran tabung gas LPG, serta bahaya bermain korek api tanpa pengawasan orang tua. Dengan mengenali sumber risiko tersebut, siswa diharapkan dapat lebih berhati-hati dan ikut mengingatkan anggota keluarga.
Selain materi, siswa diperkenalkan dengan perlengkapan pemadam kebakaran, seperti baju tahan panas, helm pelindung, selang pemadam atau hose, serta alat pemadam api ringan (APAR).
Petugas juga memperagakan cara menggunakan APAR menggunakan teknik dasar PASS, yakni Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep. Teknik tersebut diperkenalkan sebagai pengetahuan dasar dalam menangani kebakaran kecil.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api di halaman sekolah. Tim Damkar memperagakan cara memadamkan kobaran api kecil menggunakan kain atau karung goni yang telah dibasahi.
Sejumlah siswa dan guru juga diberi kesempatan mencoba memadamkan api secara langsung dengan didampingi petugas. Selain itu, petugas memperagakan penggunaan selang utama yang terhubung dengan armada mobil pemadam kebakaran.
Melalui edukasi dan simulasi tersebut, Damkar Kendal berharap pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan dapat menerapkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran sekaligus menyampaikan kembali pengetahuan tersebut kepada keluarga di rumah. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....