Pilkades Wonosobo 2026, Polres Perkuat Personel dan Antisipasi Potensi Kerusuhan
- 29 Agt 2026 08:12 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Wonosobo – Polres Wonosobo menyiapkan pengamanan berlapis untuk menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026. Seluruh rangkaian tahapan pesta demokrasi tingkat desa tersebut menjadi perhatian khusus kepolisian, mulai dari pendaftaran calon hingga pelantikan kepala desa terpilih.
Pemungutan suara Pilkades serentak di Kabupaten Wonosobo dijadwalkan berlangsung pada 25 November 2026, sedangkan pelantikan kepala desa terpilih direncanakan pada 15 Januari 2027. Menghadapi agenda tersebut, Polres Wonosobo melakukan apel kesiapsiagaan sekaligus pengecekan menyeluruh terhadap personel, sarana, dan prasarana pengamanan.
Apel gabungan digelar di Mapolres Wonosobo dengan melibatkan Peleton Pengendalian Massa (Dalmas), Tim Negosiator, hingga Tim Pengurai Massa (Raimas). Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kendaraan operasional Samapta roda dua, roda empat, serta kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC).
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, yang memimpin langsung apel, menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel serta kemampuan melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan selama tahapan Pilkades.
“Seluruh anggota harus senantiasa siap siaga dalam setiap situasi. Lakukan langkah deteksi dini terhadap segala bentuk potensi kerawanan, serta junjung tinggi profesionalisme dengan bersikap bijak dalam bermedia sosial,” tegas AKBP Ricky Pripurna Atmaja.
Kesiapan pengamanan tidak hanya difokuskan pada personel yang bertugas di Mapolres Wonosobo. Seluruh personel Polsek jajaran juga dilibatkan dalam pemeriksaan dan latihan guna memastikan kemampuan pengamanan dapat diterapkan hingga tingkat wilayah.
Sejumlah tahapan Pilkades dipetakan sebagai titik yang membutuhkan perhatian khusus. Di antaranya pendaftaran bakal calon, penetapan calon dan nomor urut, penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS), penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), masa kampanye, hingga pemungutan dan penghitungan suara.
Selain itu, potensi munculnya konflik antarpendukung, provokasi, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta gangguan keamanan lainnya menjadi bagian dari situasi yang harus diantisipasi sejak dini.
Untuk meningkatkan kesiapan, Polres Wonosobo menggelar latihan Dalmas, Tim Negosiator, dan Raimas. Personel Dalmas diberikan simulasi pengendalian massa secara terukur dan sesuai prosedur, sedangkan Tim Negosiator dilatih mengedepankan komunikasi persuasif dan dialog sebagai upaya pencegahan konflik.
Sementara itu, Tim Raimas disiapkan untuk memberikan respons cepat terhadap situasi yang membutuhkan tindakan kepolisian lebih lanjut. Seluruh latihan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, kekompakan, dan kemampuan personel dalam menghadapi dinamika yang mungkin muncul selama pelaksanaan Pilkades.
Kasi Humas Polres Wonosobo, Ipda M. Wahyu Suprayono, mengatakan latihan tersebut merupakan bagian dari kesiapan internal jajaran kepolisian. Ke depan, pengamanan Pilkades akan semakin diperkuat melalui latihan gabungan dengan berbagai instansi terkait.
“Latihan kali ini masih dilaksanakan secara internal oleh jajaran kepolisian. Ke depan, akan dilaksanakan latihan secara gabungan dengan instansi samping, karena dalam pengamanan Pilkades serentak ini bukan hanya Polri yang terlibat. Masing-masing instansi memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai dengan jobdesk-nya dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” jelas Ipda Wahyu.
Menurutnya, pengamanan Pilkades membutuhkan sinergi berbagai pihak. Selain Polri dan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, unsur pengamanan swakarsa, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing.
Polres Wonosobo juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mencegah munculnya gangguan keamanan. Masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi serta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami juga mengimbau kepada seluruh unsur Pam Swakarsa dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah. Jangan mudah terprovokasi, jangan menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya, dan apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas segera koordinasikan dengan petugas atau kepolisian terdekat,” tambahnya.
Kapolres menegaskan seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta mampu menjalankan pengamanan secara humanis, profesional, dan proporsional.
Melalui pengecekan sarana, kesiapan personel, serta latihan yang terus dilakukan, Polres Wonosobo memastikan seluruh unsur operasional berada dalam kondisi siap diterjunkan kapan saja. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi kerawanan agar seluruh tahapan Pilkades serentak 2026 di Kabupaten Wonosobo dapat berlangsung aman, damai, dan kondusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....