Kampus 3 Ponpes Fadlul Fadlan Semarang Targetkan Kemandirian Pangan Santri
- 08 Sep 2026 16:05 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Di Kampus 3 Pondok Pesantren Fadlul Fadlan (PPFF) Semarang, lahan yang semula menjadi bagian dari kawasan pesantren kini perlahan disulap menjadi sumber pangan. Tanaman buah dan perkebunan mulai tumbuh, kolam ikan berjajar, sementara peternakan ayam dan mentok dikembangkan sebagai bagian dari ikhtiar pesantren membangun kemandirian pangan.
Di tengah proses penataan kawasan, berbagai aktivitas tersebut diarahkan untuk menciptakan ekosistem pangan yang dapat menopang kebutuhan para santri. Kampus 3 tidak hanya diproyeksikan sebagai ruang pendidikan, tetapi juga menjadi tempat untuk menanam, membudidayakan, dan menghasilkan sebagian kebutuhan pangan pesantren.
Pimpinan Pondok Pesantren Fadlul Fadlan Semarang, Dr KH Fadlolan Musaffa', Lc, MA, mengatakan pemanfaatan lahan dilakukan secara bertahap dengan mengembangkan sejumlah sumber pangan. Pengembangan tersebut mencakup kolam ikan, peternakan, tanaman buah hingga perkebunan.
“Di sini ada sekitar 50 kolam. Kemudian kita kembangkan peternakan ayam, mentok, tanaman buah dan perkebunan,” kata KH Fadlolan Musaffa dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.
Setiap bagian kawasan diupayakan memiliki manfaat untuk mendukung kebutuhan pangan pesantren. Air dari kolam dapat dimanfaatkan untuk membantu penyiraman tanaman, sementara ikan, tanaman dan ternak dikembangkan agar sebagian kebutuhan dapat dipenuhi dari lingkungan pesantren sendiri.
Upaya tersebut salah satunya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah bagi para santri. Setiap hari, kebutuhan bahan pangan untuk konsumsi para santri menjadi bagian penting yang harus dipenuhi pesantren.
Dari kebun yang dikembangkan di Kampus 3, PPFF menargetkan pemenuhan sekitar 50 persen kebutuhan sayur dan buah untuk kebutuhan makan para santri. Target tersebut menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan yang lebih besar.
“Harapannya, dengan adanya budidaya perkebunan ini mampu menopang sekitar 50 persen kebutuhan sayur dan buah untuk keperluan makan para santri,” ungkap KH Fadlolan.
Ke depan, target tersebut ingin terus ditingkatkan seiring selesainya penataan Kampus 3. “Semoga setelah penataan di Kampus 3 selesai, nantinya mampu menopang 100 persen kebutuhan sayur bagi seluruh santri PPFF,” ucapnya.
Bagi PPFF, proses membangun kemandirian pangan bukan hanya soal menghasilkan bahan makanan. Lahan, kebun, kolam dan peternakan juga menjadi ruang bagi para santri untuk mengenal proses produksi pangan sekaligus belajar tentang kemandirian dan tanggung jawab.
Dari tanah yang ditanami, kolam yang dipelihara hingga ternak yang dikembangkan, para santri dapat melihat bahwa pangan yang tersaji di meja makan membutuhkan proses panjang. Ada benih yang harus ditanam, tanaman yang harus dirawat, ikan yang dibudidayakan dan ternak yang harus dipelihara.
Kampus 3 perlahan diarahkan menjadi lebih dari sekadar kawasan pendidikan. Dari lahan yang terus ditata, tumbuh kebun, kolam dan peternakan yang diharapkan menjadi bagian dari sumber pangan sekaligus proses menanam nilai kemandirian bagi para santri.
Perjalanan menuju kemandirian pangan tentu tidak berlangsung seketika. Namun, dari satu lahan yang ditanami dan satu kolam yang dikembangkan, PPFF mulai menumbuhkan harapan agar pesantren kelak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....