MTQ Nasional Jadi Pengalaman Berharga bagi Peserta Fahmil Qur’an asal Malut

  • 15 Sep 2026 14:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Menjadi bagian dari kafilah yang tampil pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang merupakan pengalaman berharga bagi Nuzul Hasanah Ridwan, peserta Fahmil Qur’an asal Maluku Utara. Nuzul bersama timnya mengikuti cabang Fahmil Qur’an di Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa, 15 September 2026.

Sebelum tampil, ia mengaku telah melakukan persiapan khusus dan belajar cukup lama untuk menghadapi kompetisi yang mempertemukan peserta terbaik dari berbagai provinsi. Namun, setelah menyelesaikan penampilannya, Nuzul mengaku belum sepenuhnya puas dengan hasil yang diperoleh.

Menurutnya, terdapat sejumlah soal yang muncul dalam perlombaan yang dirasakan tidak seluruhnya sesuai dengan materi yang telah mereka pelajari selama persiapan. “Setelah tampil kami kurang puas, karena sudah berapa lama kami belajar, tetapi soal yang muncul tidak semuanya sesuai dengan yang kami baca,” ujar Nuzul ditemani 2 temannya.

Meski demikian, ia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran. Menurutnya, tampil dalam ajang MTQ Nasional memberikan pengalaman penting untuk menghadapi kompetisi serupa di masa mendatang.

Kekecewaan atas hasil perlombaan juga tidak mengurangi kebahagiaan Nuzul selama berada di Kota Semarang karena ini merupakan kali pertama dirinya menginjakkan kaki di Kota Atlas. “Bahagia karena baru pertama kali datang ke Semarang,” katanya.

Menurut Nuzul, cuaca Semarang memang terasa cukup panas dibandingkan daerah asalnya. Namun, kondisi tersebut tidak terlalu mengganggu karena sebagian besar aktivitas perlombaan berlangsung di dalam ruangan.

Hal lain yang membuat pengalaman di Semarang berkesan adalah keramahan masyarakat selama dirinya mengikuti MTQ Nasional. “Makanannya dan orang-orangnya juga sangat ramah,” ungkapnya.

Kesibukan mengikuti rangkaian perlombaan membuat Nuzul belum sempat menikmati sejumlah destinasi wisata di Semarang. Ia berharap masih memiliki kesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat sebelum kembali ke Maluku Utara.

Sejumlah destinasi yang ingin dikunjunginya antara lain Kota Lama Semarang, museum di kawasan tersebut, hingga Lawang Sewu. “Rencananya mau ke Kota Lama, terus ke museum dan Lawang Sewu,” ujarnya.

Bagi Nuzul, MTQ Nasional bukan hanya tentang hasil akhir perlombaan. Kesempatan bertemu peserta dari berbagai daerah, merasakan atmosfer kompetisi tingkat nasional, serta mengenal budaya dan keramahan masyarakat Semarang menjadi pengalaman yang akan dibawa pulang.

Ia pun bertekad tetap semangat dan menjadikan pengalaman di MTQ Nasional XXXI sebagai bekal untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan di masa mendatang. "Semoga ke depan tampil lebih baik lagi," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....