Cegah Karhutla, Polda Jateng dan Unnes Tanam 1.000 Pohon Kopi di Lereng Sumbing

  • 29 Agt 2026 09:00 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Polda Jawa Tengah
  • Universitas Negeri Semarang
  • kawasan wisata Nepal Van Java
  • lereng Gunung Sumbing
  • kopi jenis Arabica.
  • Cegah Karhutla
  • Desa Suko Makmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Polda Jawa Tengah bekerjasama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes) menghijaukan kawasan lereng Gunung Sumbing dengan menanam 1.000 bibit pohon kopi. Bibit pohon kopi yang ditanam di kawasan Desa Suko Makmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang tersebut, kopi jenis Arabica tersebut sebagai salah satu upaya mencegah kebakaran hutan.

“Penanaman kopi di sekitar kawasan wisata Nepal Van Java ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Tetapi juga untuk memperkuat ekosistem di kawasan lereng Gunung Sumbing, tugas kita selaku masyarakat adalah memeliharanya," kata Direktur Intelkam Polda Jateng Kombes Pol Syahbuddin saat penanaman 1.000 pohon di Desa Suko Makmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jumat 28 Agustus 2026.

Syahbuddin mengatakan, penanaman bibit pohon di kawasan lereng Gunung Sumbing tersebut, tidak sekedar kegiatan penghijauan. Tetapi, juga menjadi bagian langkah preventif menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau.

Menurutnya, kawasan wisata Nepal Van Java yang ada di lereng Gunung Sumbing, merupakan destinasi wisata alam yang luar biasa sehingga harus dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Selain itu, kesuburan tanah di sekitarnya harus dimanfaatkan dengan budidaya tanaman yang memiliki nilai ekononi bagi masyarakat.

“Menjaga lereng Sumbing tidak hanya persoalan lingkungan saja Tetapi menjaga seluruh ekosistem semuanya yang berarti menjaga masa depan masyarakat di lereng Sumbing ini,” ujarnya.

Ketua Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi Pasca Panen Kopi dan Rempah Universitas Negeri Semarang Eka Yuli Astuti mengatakan, dipilihnya tanaman kopi jenis Arabica untuk penghijauan karena cocok dengan ekosistemnya,. Gunung Sumbing yang mempunyai ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut cocok untuk budi daya kopi jenis Arabica.

“Selain itu, penanaman kopi tetap dapat dilakukan pada musim kemarau .Karena, didukung teknologi pengairan supaya tanaman tetap hidup, bisa teknik tetes atau semprot,” ungkap Eka.

Ia menambahkan, bibit pohon kopi yang ditanam tersebut, merupakan bibit pohon yang berkualitas. Selain itu, haya memerlukan waktu satu tahun lebih enam bulan, pohon kopi tersebut sudah berbuah dan siap dipanen. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....