Produksi Kayu KPH Telawa Baru 68 Persen, Perhutani Dorong Pencapaian Target
- 06 Sep 2026 08:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID.Boyolali- Kinerja produksi kayu Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa menjadi perhatian dalam kunjungan kerja perdana Kepala Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah, Suratno, baru-baru ini. Hingga Agustus 2026, produksi kayu KPH Telawa baru mencapai 7.679 meter kubik atau 68 persen dari target 11.189 meter kubik.
Administratur KPH Telawa, Titus Aryanto, menyampaikan capaian tersebut dalam pemaparan gambaran umum, rencana kerja, dan realisasi pekerjaan KPH Telawa hingga Agustus 2026. Kondisi produksi kayu yang relatif kecil dan tersebar menjadi salah satu tantangan dalam mengejar target yang telah ditetapkan.
“Mengingat produksi kayu kecil dan tersebar serta ukuran sortimen kayu sebanyak 70% didominasi sortimen AI, kami sudah mengupayakan penambahan crew tebangan untuk mengejar target produksi,” ujar Titus Aryanto dalam rilis Minggu 6 September 2026.
Dalam arahannya, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah, Suratno menyoroti pencapaian Key Performance Indicator (KPI) KPH Telawa yang saat ini masih tertinggal. Ia mendorong jajaran KPH Telawa meningkatkan realisasi produksi kayu sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan perusahaan.
Suratno juga mengapresiasi sejumlah upaya yang telah dilakukan jajaran KPH Telawa. Salah satunya pencapaian pendapatan dari kegiatan agroforestri jagung yang telah mencapai 163 persen.
“Mari bentuk tim yang solid, kita bisa menuangkan ide dan gagasan untuk memajukan perusahaan, dan menciptakan inovasi atau terobosan untuk meningkatkan pendapatan, sehingga kedepan bisa mewujudkan KPH Telawa yang ideal” ucap Suratno
Selain produksi kayu, Suratno meminta evaluasi terhadap pembuatan tanaman, khususnya tanaman pengisi kesambi. Evaluasi diperlukan agar tanaman pengisi dapat memberikan nilai ekonomi dan mendukung produktivitas kawasan hutan hingga akhir daur.
Ia mendorong pencarian alternatif jenis tanaman pengisi yang dinilai memiliki nilai ekonomi, seperti Mahoni, Balsa, dan Jabon. “Diharapkan tanaman pengisi hidup, panen, laku pada akhir daur dengan mencari pengganti jenis lain seperti Mahoni, Balsa, Jabon yang memiliki nilai ekonomi,” demikian penekanannya.
Kunjungan kerja tersebut merupakan kunjungan pertama Suratno ke KPH Telawa sejak menjabat sebagai Kepala Divisi Regional Jawa Tengah. Sebelum melakukan kegiatan di kantor KPH Telawa, Suratno terlebih dahulu singgah di kantor Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Guwo untuk berdiskusi dengan karyawan, kemudian memeriksa ruang kerja karyawan di kantor KPH Telawa.. (rilis)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....