Pemkab Kudus Gelar Salat Istisqa, Diikuti Ribuan ASN

  • 05 Sep 2026 13:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, Kementerian Agama (Kemenag), BPBD, serta unsur swasta menggelar salat istisqa, Jumat siang, 4 September 2026. Ini sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Kudus.

Dalam pelaksanaan salat Istisqa itu bertindak sebagai imam adalah H. Noor Badi dan Khatib Dr. H. Shony Wardana. Kegiatan salat Istisqa dilaksanakan dihalaman pendapa Kabupaten Kudus dengan ribuan jemaah yang tergabung dalam ASN. Hadir dalam acara tersebut Bupati Kudus Samani Intakoris dan jajaran forkopimda.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar Kabupaten Kudus segera mendapatkan hujan, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan seluruh elemen daerah dalam menghadapi potensi bencana akibat musim kering.

“Kita bersama-sama salat istisqa dalam rangka meminta hujan yang berkah dan barokah. Kita mohon doa kepada masyarakat Kabupaten Kudus agar Kabupaten Kudus diberi hujan dalam kondisi berkah dan barokah,” ujar Bupati Kudus Samani Intakoris.

Selain pelaksanaan salat istisqa, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengantisipasi potensi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman. Pemerintah juga mewaspadai dampak kekeringan dan kekurangan air yang mulai terjadi di sejumlah wilayah.

Ia menyebut, terdapat sedikitnya empat wilayah yang mengalami kekeringan, yakni Glagahwaru (Undaan), Colo (Dawe), serta di kecamatan Kaliwungu yakni desa Setrokalangan, dan Kedungdowo.

Di sisi lain, potensi kebakaran juga menjadi perhatian serius. Hingga saat ini tercatat sebanyak 48 titik kebakaran telah terjadi di wilayah Kabupaten Kudus. Meski demikian, seluruh kejadian tersebut disebut masih dapat ditangani berkat koordinasi dan kolaborasi berbagai pihak.

Menurutnya, penanganan potensi bencana tersebut membutuhkan sinergi seluruh elemen. Ia mengapresiasi koordinasi antara Pemkab Kudus, TNI, Polri, Kemenag, BPBD, serta pihak swasta yang dinilai berjalan dengan baik.

Lebih lanjut, langkah antisipasi tersebut juga merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran dan kekeringan.

“Ini juga perintah dari Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, kita tindak lanjuti di daerah untuk mengantisipasi kebakaran dan kekeringan,” pungkasnya.

Sementara itu khatib shalat Istisqa Dr. H. Shony Wardana pada kesempatan itu mengungkapkan Kemarau panjang yang tengah dirasakan masyarakat juga disebut harus menjadi bahan evaluasi bersama. Perubahan kondisi cuaca membuat siklus musim penghujan dan kemarau semakin sulit diprediksi.

Khatib juga menyoroti meningkatnya suhu bumi yang salah satunya berkaitan dengan kondisi pegunungan dan lahan yang semakin gundul akibat penebangan pohon secara sembarangan.

Dampaknya tidak hanya dirasakan saat musim kemarau. Ketika musim penghujan tiba, berbagai bencana juga mengintai, seperti tanah longsor dan banjir.

Minimnya pohon dan daerah resapan air membuat air hujan mengalir lebih cepat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko banjir dan longsor, terutama ketika diperparah dengan persoalan sampah serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Karena itu, momentum salat Istisqa diharapkan tidak berhenti pada permohonan turunnya hujan. Masyarakat juga diajak memperbaiki hubungan dengan alam, menjaga lingkungan, serta meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya alam.

Dengan demikian, ikhtiar memohon hujan juga berjalan beriringan dengan upaya manusia menjalankan tanggung jawabnya sebagai khalifah di muka bumi. (RK)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....