BPBD Kendal Distribusikan 275 Ribu Liter Air di Tengah Kendala Biaya BBM
- 02 Sep 2026 15:32 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, telah mendistribusikan sekitar 275 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan hingga 1 September 2026. Penyaluran dilakukan menggunakan 35 tangki air, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala tingginya biaya bahan bakar minyak (BBM).
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kendal, Iwan Sulistiyo, mengatakan persoalan BBM menjadi salah satu kendala operasional yang dihadapi dalam distribusi bantuan air bersih. Kendaraan tangki BPBD tidak mendapatkan pengecualian penggunaan bahan bakar seperti kendaraan layanan publik lainnya.
“Untuk kendala yang dirasakan BPBD seluruh Indonesia adalah BBM. Karena kita tidak dikecualikan seperti rekan-rekan Damkar,” kata Iwan dalam wawancara bersama RRI Semarang, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat biaya operasional distribusi air bersih menjadi lebih besar. Kendaraan tangki BPBD menggunakan bahan bakar jenis Pertamina Dex yang dinilai cukup membebani anggaran.
Meski menghadapi kendala operasional, BPBD Kendal tetap melakukan distribusi secara berkala untuk memastikan kebutuhan air warga terpenuhi. Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.
Untuk menjaga ketersediaan air, BPBD menempatkan tandon berkapasitas 5.000 liter di setiap lokasi atau dusun yang membutuhkan. Pengisian kembali dilakukan dengan siklus dua hari sekali karena persediaan dalam setiap tandon umumnya habis pada hari kedua.
“Untuk penjadwalan di tiap tandon kita jadwalkan dua hari sekali. Jadi untuk kapasitas 5.000 liter per tandon itu habis di hari kedua,” kata Iwan.
Ia menjelaskan, sejumlah wilayah masih menjadi langganan kekeringan. Di antaranya Desa Sudokumpul dan Sidodadi di Kecamatan Patekan, Desa Wonodadi di Kecamatan Plantungan, serta Desa Gedung Asri di Kecamatan Ringinarum.
Permintaan bantuan air juga datang dari Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan. Namun, kebutuhan tersebut bukan disebabkan kekeringan, melainkan kerusakan mesin pompa Pamsimas sehingga warga membutuhkan pasokan air selama proses perbaikan.
Selain BBM, kondisi akses menuju sejumlah lokasi juga menjadi tantangan dalam distribusi. Di Dusun Jatenggowo, terdapat ruas jalan yang baru selesai dicor sehingga kendaraan tangki tidak diarahkan masuk untuk menjaga keamanan konstruksi jalan.
BPBD bersama pemerintah desa kemudian menempatkan titik dropping air dan tandon di depan akses menuju dusun tersebut. Distribusi air bersih terus dilakukan secara berkala untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat selama musim kemarau.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....