Hadapi Masa Tanam 2026, Perhutani Telawa Perkuat Kesiapan Pesanggem

  • 02 Sep 2026 13:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Boyolali - Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa mulai mempersiapkan lahan untuk mendukung pelaksanaan tanaman tahun 2026. Persiapan dilakukan bersama pesanggem anggota Koperasi Produsen Wono Mulyo Makmur Desa Wonoharjo, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bulu, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungcumpleng, Rabu, 2 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di petak 116A tersebut menjadi bagian dari tahapan awal persiapan tanaman menjelang masa peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Perhutani memberikan pemahaman kepada pesanggem mengenai kesiapan lahan, pembagian andil, hingga tata cara penanaman tanaman pokok kehutanan.

Administratur KPH Telawa melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan, Giyatno, mengatakan September menjadi momentum untuk mulai mempersiapkan tanaman tahun 2026 sesuai tata waktu yang telah ditentukan. “Salah satu penentu keberhasilan tanaman adalah kesiapan lahan tanam," katanya melalui siaran pers.

"Surat Perintah Kerja (SPK) telah disampaikan kepada petugas di lapangan untuk dilaksanakan sesuai petunjuk kerja yang ada. Dimulai dari pembersihan lapangan, pembagian andil dilanjutkan pembuatan acir sebagai langkah awal penentuan kegiatan persiapan lapangan selanjutnya sesuai tata waktu,” ujarnya.

Kepala RPH Bulu, Harso, menambahkan sosialisasi diperlukan agar pesanggem memahami tahapan persiapan tanaman di petak 116A dan 117A. Kedua petak tersebut direncanakan ditanami Jati Plus Perhutani (JPP) dengan jarak tanam 6x3 meter.

“Perhutani menyampaikan informasi sesuai Surat Perintah Kerja kepada para penggarap agar turut membantu menyukseskan program tanaman tahun 2026. Tujuannya kegiatan ini adalah mempersiapkan lahan sebelum ditanami tanaman pokok kehutanan,” tuturnya.

Bagi pesanggem, persiapan tersebut juga menjadi penegasan mengenai kewajiban dalam menjaga tanaman pokok di tengah pemanfaatan lahan melalui pola tumpangsari. Anggota Koperasi Wono Mulyo Makmur Desa Wonoharjo, Suwarto, menyatakan siap mengikuti ketentuan yang ditetapkan Perhutani.

“Kami jadi lebih paham mengenai jarak tanam serta kewajiban yang harus dijalankan. Selain itu, kami juga akan menjaga tanaman pokok Perhutani,” katanya.

Ketua Koperasi Wono Mulyo Makmur, Pujiyono, mengatakan kerja sama pemanfaatan lahan hutan melalui agroforestri dengan pola tumpangsari tanaman jagung juga memberikan manfaat ekonomi bagi pesanggem. “Dengan pembukaan lahan hutan yang dikerjasamakan dengan kegiatan agroforestry berupa tumpangsari tanaman Jagung bisa membantu meningkatkan perekonomian para pesanggem,” ujarnya.

Persiapan lahan dan sosialisasi tersebut diharapkan dapat memastikan pelaksanaan tanaman 2026 berjalan sesuai tata waktu, sekaligus memperkuat keterlibatan pesanggem dalam menjaga tanaman kehutanan. Dengan pola tumpangsari, pemanfaatan lahan juga diarahkan tetap berjalan berdampingan dengan upaya menjaga keberhasilan tanaman pokok Perhutani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....