Bawa Konsep Trisula Pembangunan, Jateng Optimis Raih Penghargaan Nasional

  • 01 Sep 2026 15:18 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis meraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 setelah berhasil menembus tiga besar nasional. Keyakinan itu dibawa dalam presentasi tahap III di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Selasa 1 September 2026 dengan mengusung konsep Trisula Pembangunan sebagai arah pembangunan daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memaparkan Trisula Pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pertumbuhan ekonomi, dan penurunan kemiskinan. Tiga agenda tersebut diperkuat melalui tata kelola pemerintahan yang baik dan perencanaan pembangunan yang berkesinambungan.

Menurut Luthfi, pembangunan daerah harus memiliki arah yang jelas mulai dari pemerintah pusat hingga desa. Karena itu, setiap program di Jawa Tengah disusun agar selaras dengan kebijakan nasional dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Sejumlah capaian pembangunan menjadi modal kuat Jawa Tengah dalam penilaian PPD 2026. Pertumbuhan ekonomi semester I-2026 mencapai 5,80 persen atau melampaui angka nasional sebesar 5,45 persen, sementara tingkat kemiskinan tercatat 9,21 persen dan pengangguran terbuka 4,3 persen.

Di sektor ekonomi, pemerintah provinsi terus mendorong investasi sebagai penggerak pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Realisasi investasi sepanjang semester I-2026 telah mencapai Rp59,94 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 213 ribu orang.

Pada bidang pembangunan manusia, Pemprov Jateng mengandalkan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memperluas akses layanan kesehatan. Sejak 2025 hingga 27 Agustus 2026, program tersebut telah dilaksanakan 1.607 kali di 1.466 desa dan kelurahan dengan menjangkau lebih dari 128 ribu warga.

Sementara itu, upaya pengentasan kemiskinan dilakukan melalui berbagai intervensi yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Program yang dijalankan mencakup perbaikan rumah, peningkatan keterampilan, hingga perluasan akses pekerjaan agar kesejahteraan warga meningkat secara berkelanjutan.

Luthfi mengatakan, keberhasilan masuk tiga besar nasional menjadi bukti bahwa perencanaan pembangunan Jawa Tengah berada di jalur yang tepat. Capaian tersebut juga menjadi motivasi untuk terus memperkuat kualitas program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“kita tetap optimistis. Ini memberikan semangat dalam membuat perencanaan pembangunan Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menilai masuknya Jawa Tengah ke tiga besar nasional merupakan bentuk apresiasi atas proses pembangunan yang telah dijalankan. Menurutnya, tim penilai tidak hanya melihat program yang dilakukan, tetapi juga dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Dalam tahap III PPD 2026, Jawa Tengah bersaing dengan Jawa Barat dan DKI Jakarta di kategori provinsi. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas Ignasius Jonan, Djohermansyah Djohan, dan Restuardy Daud.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....