Pengembangan Pangan Lokal Butuh Kolaborasi Pemerintah, UMKM dan Perguruan Tinggi
- 01 Sep 2026 13:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pengembangan pangan lokal secara berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, masyarakat, dan perguruan tinggi. Sinergi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem yang mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pangan lokal.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) sekaligus pengamat ekonomi, Dr. Heri Prabowo, S.E., M.M mengatakan pemerintah memiliki peran penting dalam membangun ekosistem tersebut, terutama melalui pemetaan potensi pangan di setiap daerah. "Pemerintah harus membangun sebuah ekosistem kemudian akses-akses yang mudah ditembus oleh para pelaku UMKM," kata Heri dalam wawancara bersama RRI, Selasa, 1 September 2026.
Menurutnya, langkah awal yang dapat dilakukan pemerintah adalah mengidentifikasi potensi pangan unggulan di masing-masing daerah. Data tersebut dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan sekaligus membuka peluang investasi.
Selain pemetaan potensi, kemudahan perizinan usaha juga dinilai penting agar pelaku UMKM memiliki legalitas dan kepastian dalam menjalankan usahanya. Pemerintah juga perlu memberikan insentif kepada usaha yang telah berkembang serta memperkuat promosi dan branding produk pangan lokal.
Di sisi pelaku usaha, Heri menekankan pentingnya kemampuan membaca perubahan permintaan pasar. Konsumen yang semakin didominasi generasi muda memiliki preferensi yang berbeda, termasuk dalam hal rasa, inovasi, tampilan, dan kemasan.
Pelaku UMKM juga perlu memperkuat manajemen usaha agar keberlangsungan bisnis dapat terjaga. Pengelolaan laba dan pemisahan keuangan usaha dari kebutuhan rumah tangga menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan.
"Bagaimana misalkan kita sudah ada laba, laba ini bisa untuk menambah modal. Tidak bercampur dengan operasional harian rumah tangga, sehingga keberlangsungan usaha ini bisa lebih lama bahkan turun-temurun," jelasnya.
Sementara itu, masyarakat memiliki peran sebagai konsumen sekaligus dapat menjadi produsen bahan pangan lokal. Heri mendorong masyarakat untuk memiliki kebanggaan terhadap produk dalam negeri dan meningkatkan konsumsi produk pangan lokal melalui inovasi dengan menggabungkan resep dari luar menggunakan bahan baku lokal.
Kolaborasi juga perlu diperkuat dengan perguruan tinggi. Menurut Heri, banyak hasil penelitian dan temuan di perguruan tinggi yang dapat diterapkan untuk mengembangkan pangan lokal maupun mengolah limbahnya.
Ia mencontohkan pendampingan mahasiswa di Kabupaten Semarang yang menemukan potensi pengolahan singkong menjadi rengginang. Selain itu, bonggol jagung juga diteliti dan dikembangkan menjadi briket arang yang memiliki nilai ekonomis.
"Perguruan tinggi ini juga perlu digandeng. Mereka yang meneliti dan mengamati terkait dengan bagaimana pengolahan bahan pangan menjadi jadi, kemudian bagaimana dengan limbahnya," katanya.
Menurut Heri, jika pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan perguruan tinggi dapat berjalan dalam satu ekosistem, pengembangan pangan lokal berpeluang memberikan dampak ekonomi yang lebih besar. Hal ini sekaligus menciptakan usaha yang dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....