Kendala Bahasa Jadi Tantangan Polwan Jateng di Penugasan Internasional
- 10 Sep 2026 12:52 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kendala bahasa atau language barrier menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Polisi Wanita (Polwan) Polda Jawa Tengah saat menjalankan penugasan di luar negeri. Selain kemampuan bahasa, dukungan keluarga dan lingkungan kerja juga menjadi faktor penting bagi Polwan yang mendapat kesempatan bertugas di luar negeri.
Tantangan tersebut semakin kompleks bagi personel yang telah menikah dan memiliki anak, karena harus meninggalkan keluarga dalam waktu tertentu demi menjalankan tugas internasional.
Ipda Astria Nurvita Dewi PS, Paur 2 Subbidmulmed Bidhumas Polda Jateng yang pernah menjalankan penugasan di luar negeri, mengatakan kendala bahasa paling dirasakan ketika harus berkomunikasi dengan rekan dari berbagai negara, terutama personel dari Eropa dan Afrika.
"Yang tantangan terbesar yang saya rasakan itu adalah language barrier. Ada keraguan di dalam diri kami untuk bisa speak up, untuk bisa berani ngomong dengan rekan-rekan dari luar negeri," katanya dalam wawancara dengan RRI, Kamis 10 September 2026.
Meski menghadapi tantangan komunikasi, Astria menyebut Polwan Indonesia justru mendapat respons positif selama menjalankan tugas di daerah misi internasional. Etos kerja tinggi, mudah bergaul, tidak sungkan bertanya, serta kemauan membantu menjadi modal personel Indonesia untuk beradaptasi.
"Polwan Indonesia itu amat sangat dinantikan kehadirannya di sana. Kita sudah terbiasa punya etos kerja yang tinggi, tidak ragu atau tidak sungkan untuk bertanya dan membantu," katanya.
Astria menambahkan, kemampuan menyelesaikan tugas juga menjadi kekuatan Polwan dan Polri Indonesia di daerah misi. Menurutnya, personel Indonesia mampu memenuhi tugas yang diberikan pimpinan dengan baik meskipun bekerja dalam lingkungan multinasional.
"Apapun yang diberikan oleh pimpinan di sana, Polwan dan Polri Indonesia alhamdulillah selalu bisa menyelesaikan dengan baik," ujarnya.
Di sisi lain, keputusan mengikuti penugasan internasional membutuhkan pertimbangan matang, khususnya bagi Polwan yang telah berkeluarga. Astria menilai dukungan dari keluarga, pimpinan, dan rekan kerja diperlukan agar personel dapat tetap fokus menjalankan tugas selama berada di luar negeri.
"Apalagi yang sudah menikah, itu jelas banyak sekali pertimbangan yang harus dipikirkan. Apalagi yang sudah punya anak, anak masih kecil, itu benar-benar harus dipikirkan secara matang," tuturnya.
Astria juga mengungkapkan masih adanya pandangan di sebagian lingkungan kerja yang mempertanyakan keputusan mengikuti penugasan internasional, termasuk anggapan bahwa penugasan hanya untuk mencari uang atau harus mengorbankan waktu bersama anak.
"Untuk bisa berkontribusi aktif, mewakili Indonesia di luar negeri itu juga untuk meninggalkan legasi kepada anak-anak kita nanti," katanya.
Menurutnya , dukungan Polda Jawa Tengah dinilai sudah cukup baik melalui kesempatan mengikuti seleksi pendidikan dan penugasan internasional, namun akses informasi peluang tersebut diharapkan semakin cepat agar personel dapat mempersiapkan diri.
"Harapan saya lebih banyak lagi Polwan Indonesia, khususnya dari Jawa Tengah dan jajaran, yang bisa berkontribusi secara aktif di dunia internasional," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....