CJIBF 2026 Buka Jalan Investasi Rp19,07 Triliun ke Jawa Tengah

  • 28 Agt 2026 16:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 kembali membuktikan perannya sebagai pintu masuk investasi ke Jawa Tengah. Forum yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia di Jakarta itu berhasil mencatat potensi investasi senilai Rp19,07 triliun.

Nilai investasi tersebut diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlanjutnya proses penjajakan bisnis antara pelaku usaha dan calon investor. Sejumlah pertemuan lanjutan serta pendampingan investasi juga telah disiapkan untuk mempercepat realisasi komitmen yang tercapai.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan penyelenggaraan CJIBF di Jakarta bertujuan mendekatkan berbagai peluang investasi daerah kepada investor yang banyak beraktivitas di ibu kota. Melalui forum ini, Jawa Tengah dapat mempromosikan potensi unggulan secara lebih efektif kepada calon penanam modal dari dalam maupun luar negeri.

"Kegiatan CJIBF diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, asosiasi, BUMD, BUMN, perbankan, serta calon investor dari dalam dan luar negeri,” ujar sakina.

Kegiatan diawali dengan sesi one-on-one meeting yang mempertemukan 36 pelaku usaha dengan calon investor. Dari sesi tersebut tercatat 74 pertemuan bisnis yang membuka peluang kerja sama di berbagai sektor unggulan.

Selain menghasilkan penjajakan investasi, CJIBF 2026 juga melahirkan sejumlah komitmen penanaman modal melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI). Komitmen tersebut berasal dari investor dalam negeri maupun luar negeri yang melihat Jawa Tengah sebagai daerah dengan prospek investasi yang menjanjikan.

Beberapa komitmen investasi yang tercatat antara lain PT Hyrecmas Garam Nusantara sebesar Rp681,84 miliar, PT Hailex Technology Indonesia Rp175 miliar, dan PT Cipta Kreasi Wisata Rp200 miliar. Sementara itu, PT Fayyad Industri Pangan Halal Terhubung menjadi penyumbang terbesar dengan rencana investasi mencapai Rp8,75 triliun.

Forum ini juga menghasilkan kerja sama pengembangan Waste to Energy antara PT Energy International dan tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Selain itu, PT Yosun Tire and Rubber Indonesia asal China menyatakan komitmen investasi senilai Rp4 triliun di KEK Industropolis Batang.

Perwakilan British Chamber, Danish Chamber of Commerce, dan Consul Asia, Ian Betts, menilai Jawa Tengah memiliki daya tarik kuat bagi investor global. Menurutnya, sektor investasi hijau, ekowisata, kawasan industri, dan kawasan ekonomi khusus menjadi faktor utama yang menarik perhatian investor internasional.

"Saya melihat ada ketertarikan besar terhadap sektor hijau dan berkelanjutan, serta ekowisata. Ini merupakan hal baru dan sangat menarik, sehingga investor asing mungkin akan tertarik dengan peluang tersebut,” kata Ian.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan CJIBF merupakan bagian dari strategi daerah untuk memperkuat ekosistem investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. "Tugas kami adalah mempermudah izin, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, serta menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis berkembang di Jawa Tengah,” ujar Luthfi.

Luthfi menegaskan investasi yang masuk tidak hanya diarahkan untuk memperkuat sektor industri besar, tetapi juga memberikan dampak bagi masyarakat. Pemprov Jawa Tengah mendorong sekitar 4,2 juta UMKM mikro agar dapat naik kelas dan terhubung dengan rantai pasok industri yang berkembang.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Ichsan Zulkarnaen, menilai Jawa Tengah memiliki modal kuat untuk menjadi tujuan investasi nasional. Keberadaan dua kawasan ekonomi khusus, tujuh kawasan industri, serta fasilitas KLIK dinilai semakin memperkuat daya saing investasi provinsi tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....