Proyek Miliaran Rupiah Pekalongan Dicek, Kualitas Infrastruktur Jadi Sorotan

  • 16 Sep 2026 11:26 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan perencanaan pekerjaan telah sesuai.
  • Proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah di Kabupaten Pekalongan tak cukup hanya dinyatakan selesai di atas kertas

RRI.CO.ID, Pekalongan – Proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah di Kabupaten Pekalongan dipastikan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga harus memenuhi ketentuan teknis dan memberi manfaat bagi masyarakat. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan H. Sukirman turun langsung mengecek sejumlah proyek, termasuk penanganan turap Jembatan Pantianom yang terdampak longsor serta pembangunan ruas jalan di wilayah setempat.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pengecekan yakni pembangunan turap Jembatan Kalijambe-Pantianom, ruas Jalan Ponolawen-Kalijambe di Desa Sidosari, serta ruas Jalan Bukur-Ponolawen di Desa Krandon.

Di Jembatan Pantianom, Sukirman melihat langsung pembangunan turap yang menjadi bagian dari penanganan longsor di sekitar jembatan. Pekerjaan tersebut telah berjalan sekitar dua pekan dan pengawasan dilakukan sejak tahap awal untuk mengantisipasi persoalan teknis sebelum pekerjaan memasuki tahapan berikutnya.

“Siang ini kita memastikan pembangunan turap Jembatan Pantianom. Jembatan ini kena longsor, sehingga kita pastikan pembangunannya tepat sasaran dan konstruksinya betul, sesuai yang direncanakan,” ujar Sukirman, Rabu 16 September 2026.

Menurut Sukirman, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan perencanaan pekerjaan telah sesuai. Pemkab Pekalongan menargetkan penanganan Jembatan Pantianom dapat tertata paling lambat awal Desember sehingga akses masyarakat kembali nyaman digunakan.

“Ini sudah pas, sangat pas rencananya. Insya Allah selambat-lambatnya awal Desember jembatan ini sudah bisa tertata dan sudah bisa dilalui dengan sangat nyaman bagi masyarakat,” katanya.

Jembatan Pantianom memiliki fungsi penting sebagai salah satu penghubung wilayah Bojong dan Sragi. Jalur tersebut digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan pelajar dan pekerja hingga mobilitas warga menuju pasar dan pusat kegiatan ekonomi. Penanganannya memiliki pagu anggaran sekitar Rp2,8 miliar, meliputi pembangunan turap berupa dinding beton untuk menahan aliran air sungai, pengurukan, hingga pembangunan jalan.

Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan di sekitar lokasi harus melintas dengan sistem buka-tutup. Pengaturan lalu lintas dilakukan kontraktor bersama pemerintah desa. Pekerjaan juga bersinggungan dengan lahan warga sehingga membutuhkan pengaturan di lapangan.

“Ya, buka-tutup. Nah, ini juga sudah memakan lahan warga, mestinya kan jalannya yang kita lalui ini sudah memakan lahan warga, tapi enggak masalah, dan nanti diatur oleh kontraktor. Termasuk Pak Kades sudah mengatur lalu lintasnya,” jelas Sukirman.

Dari Jembatan Pantianom, peninjauan dilanjutkan ke ruas Jalan Ponolawen-Kalijambe di Desa Sidosari. Proyek dengan nilai sekitar Rp1,4 miliar tersebut masih dalam tahap pengerjaan, dengan panjang kurang lebih 300 meter, lebar enam meter dan ketebalan konstruksi sekitar 30 sentimeter.

Sukirman mengecek ruas Jalan Bukur-Ponolawen di Desa Krandon yang pembangunannya telah selesai. Namun, jalan belum langsung dibuka karena masih harus melewati masa pemeliharaan sesuai ketentuan teknis konstruksi. Ruas jalan tersebut baru selesai sekitar satu pekan dan harus menunggu sekitar 21 hari sebelum dapat dilalui kendaraan. “Memang sesuai aturannya begitu, baru nanti setelah 21 hari baru bisa dilalui. Ini baru seminggu,” tegasnya.

Ruas Jalan Bukur-Ponolawen memiliki nilai pembangunan sekitar Rp1,4 miliar, dengan panjang kurang lebih 300 meter, lebar lima meter dan ketebalan konstruksi sekitar 30 sentimeter. “Pembangunan ruas Jalan Bukur-Ponolawen telah selesai. Tinggal menunggu secara teknis periode waktu untuk bisa dilalui. Karena kalau jadi langsung dilalui, pasti ada konstruksi-konstruksi yang berubah,” ungkap Sukirman.

Sukirman meminta masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar anggaran pemerintah tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi menghasilkan manfaat jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....