Sumur Mengering, Puluhan KK di Dusun Beteng Magelang Andalkan Bantuan Air Bersih
- 27 Agt 2026 14:16 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Puluhan kepala keluarga di Dusun Beteng, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang mengalami krisis air bersih selama sebulan terakhir.
- BPBD Kabupaten Magelang memberikan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak di lereng Bukit Menoreh.
- Krisis air terjadi karena musim kemarau menyebabkan debit air sumur warga menyusut secara signifikan.
RRI. CO. ID, Kabupaten Magelang - Puluhan kepala keluarga di Dusun Beteng, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang selama satu bulan terakhir, mengandalkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang. Warga di lereng Bukit Menoreh tersebut mengalami krisis air bersih sejak sebulan terakhir.
"Sekitar satu bulan terakhir, masyarakat Dusun Beteng khususnya di RT 26 mengalami kesulitan air bersih. Di musim kemarau, sumur yang ada debit airnya mulai menyusut," kata salah satu warga RT 26,Dusun Beteng, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Agus Supriyanto, Kamis, 27 Agustus 2026.
Agus mengatakan, dirinya bersama 40 KK lainnya di RT 26 Dusun Beteng yang menggandalkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mengalami kesuluitan mendapatkan air bersih. Sumur-sumur dengan kedalaman sekitar 21 meter tersebut menjadi andalan di musim penghujan, tetapi di musim kemarau ini menyusut drastis.
"Bila tidak ada droping, masyarakat harus berjalan kaki sekitar satu kilometer ke sebuah sungai. Droping air bersih ini sangat bermanfaat karena sumur-sumur juga sudah mengering," katanya.
Agus mengatakan, droping air dilakukan BPBD Kabupaten Magelang ke Dusun Beteng, khususnya di di RT 26 sebanyak enam kali dengan jarak waktu tiga hingga empat hari sekali. Bantuan air bersih disalurkan menggunakan mobil tangki berkapasitas 5000 liter air dan ditampung ke dalam bak penampungan berkapasitas yang sama.
Ditemui terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto mengatakan, memasuki musim kemarau ini pihaknya telah memetakan wilayah di Kabupaten Magelang yang mengalami kesulitan air bersih. Dari 21 wilayah kecamatan di Kabupaten Magelang, 14 kecamatan masuk dalam daerah rawan kesulitan air bersih.
“Sesuai dengan prediksi dari BMKG, puncak musim kemarau di wilayah Kabupaten Magelang jatuh pada Agustus -September. BPBD Kabupaten Magelang telah melakukan droping air di beberapa wilayah, meskipun jumlahnya belum banyak," kata Bambang.
Ia menambahkan, wilayah yang dinilai rawan kesulitan air bersih berada di Kecamatan Paki, Tegalrejo, Tempuran, Borobudur, BadanGrabag, Kajoran dan Salaman. Hingga kini, penyaluran air bersih telah dilakukan di empat kecamatan, sedangkan jumlah air yang telah didistribusikan mencapai lebih dari 50 ribu liter. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....