Kekeringan Melanda Grobogan, Warga Rejosari Kesulitan Air Bersih
- 06 Sep 2026 09:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID.Grobogan – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Grobogan membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di Desa Rejosari, Kecamatan Kradenan, warga harus membeli air hingga mencari sumber air yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.
Kepala Desa Rejosari, Ali Sadikin mengatakan, kekeringan di wilayahnya mulai dirasakan sejak awal Juni dan semakin parah memasuki awal Agustus. Dari lima dusun yang ada, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Dusun Ngambilan, RW 08 RT 07.
"Memang kaitannya dengan kekeringan mulai awal Juni, mulai agak parah awal Agustus ini," katanya. Warga di wilayah tersebut kesulitan mendapatkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum hingga mandi.
Kondisi itu membuat warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. "Untuk saat ini memang sulit untuk mencari sumbernya (air), untuk mandi, untuk memasak, untuk kebutuhan sehari-hari khususnya untuk minum dan mandi," ujarnya.
Ali mengatakan kondisi tersebut membuat warga harus terus membeli air selama sumber air di lingkungan mereka mengering. "Iya, beli air terus," ungkapnya.
Salah seorang warga Desa Rejosari, Suliyem, mengatakan kekeringan telah berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan. Sumur di rumahnya sudah tidak lagi memiliki sumber air sehingga ia harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Kekeringan sudah sekitar tiga bulan, empat bulan. Kalau tidak ada bantuan ya kita beli," tutur Suliyem.
Untuk membeli air, Suliyem harus mengeluarkan sekitar Rp130 ribu, namun air tersebut hanya mampu mencukupi kebutuhan selama sekitar 15 hingga 20 hari. Kondisi tersebut membuat pengeluaran harian keluarganya bertambah. "Kalau beli Rp130 ribu, itu untuk 20 hari, 15 hari. Ya menambah pengeluaran harian," katanya.
Selain membeli air, warga juga harus mencari sumber air dari sumur yang lokasinya cukup jauh dari rumah. Suliyem mengatakan jaraknya sekitar satu kilometer dan sumur di rumahnya sudah benar-benar kering. "Selain beli, mencari sumur yang jauh-jauh, ya sekitar satu kilonan (meter). Sumur di rumah nggak ada sama sekali sumbernya, kering sekali," ungkapnya.
Kondisi tersebut mendorong anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya turun langsung membantu warga dengan menyalurkan bantuan air bersih. Sekretaris IJTI Muria Raya, Nur Sholi, mengatakan bantuan tersebut berasal dari uang patungan anggota yang secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilan mereka. "Acara droping air bersih ini dilakukan dengan uang patungan dari teman-teman. Kami menyisihkan sedikit uang penghasilan untuk berbagi kepada sesama yang sedang berada dalam kesulitan," kata Nur Sholi.dalam rilis Minggu 6 September 2026.
Nur Sholi mengatakan aksi tersebut dilakukan karena keprihatinan terhadap kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan. Selain patungan secara internal, IJTI Muria Raya juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memperluas penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat. "Semua ini karena keprihatinan akan kekeringan yang melanda di berbagai wilayah di Kabupaten Grobogan," ujarnya. "Tak hanya itu, kita juga melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk menyalurkan air bersih kepada warga, mulai dari PMI, PDAM, BKK dan lain sebagainya," jelasnya.
Nur Sholi berharap kekeringan di wilayah Grobogan segera berakhir. Namun selama kondisi tersebut masih berlangsung, ia berharap warga terdampak tetap mendapatkan perhatian dan bantuan air bersih dari berbagai pihak maupun instansi terkait. "Kami berharap bencana kekeringan di wilayah Grobogan akan segera berakhir dan sebelum itu semoga warga dapat mendapatkan air bersih dari berbagai pihak atau instansi terkait," harapnya.
Suliyem juga berharap bantuan air bersih dapat terus diberikan selama musim kekeringan. Bantuan tersebut dinilai dapat meringankan beban warga agar tidak terus mengeluarkan biaya untuk membeli air maupun mencari sumber air yang jauh dari rumah. "Harapannya ya selalu ada bantuan agar tidak beli dan mencari air jauh-jauh," pungkasnya.(rilis)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....