Aksi Mahasiswa di Kota Semarang Kondusif, Polri Tegaskan Jadi Kawan Demokrasi

  • 26 Agt 2026 20:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Aksi penyampaian aspirasi mahasiswa di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu 26 Agustus 2026, berlangsung damai dan tertib. Kepolisian mengawal jalannya aksi sejak massa berada di Jalan Pemuda hingga menyampaikan aspirasi di kawasan Bundaran Tugu Muda.

Dalam pengamanan tersebut, Polda Jawa Tengah mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, dan humanis. Sejumlah Polwan negosiator turut mendampingi massa aksi serta melakukan komunikasi langsung dengan perwakilan mahasiswa.

Sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan mahasiswa tiba di Jalan Pemuda dari arah Paragon menuju kawasan Tugu Muda. Kedatangan mereka disambut oleh barisan Polwan negosiator Polda Jateng yang kemudian melakukan dialog dengan perwakilan mahasiswa.

Dalam komunikasi tersebut, mahasiswa menyampaikan keinginan untuk melanjutkan aksi menuju Bundaran Tugu Muda. Polwan negosiator kemudian memberikan penjelasan terkait kondisi lalu lintas di kawasan tersebut yang merupakan salah satu jalur utama Kota Semarang, terutama karena aksi berlangsung bertepatan dengan jam pulang kerja.

Melalui proses komunikasi dan koordinasi, kepolisian bersama perwakilan mahasiswa akhirnya mencapai kesepakatan. Mahasiswa tetap dapat menyampaikan aspirasi di kawasan Bundaran Tugu Muda, sementara petugas melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol Basya Radyananda mengatakan, Polri tidak memandang mahasiswa sebagai pihak yang berseberangan. Kepolisian, kata dia, hadir untuk memberikan pelayanan dan mengawal jalannya proses demokrasi.

“Polisi itu bukan menjadi lawan. Kita berkawan. Dalam sebuah demokrasi, Polri adalah kawan demokrasi bagi teman-teman mahasiswa,” ujar Basya.

Menurutnya, komunikasi dan koordinasi menjadi kunci agar penyampaian aspirasi dapat berjalan tertib tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat lainnya. “Kami selalu akan memfasilitasi apa yang menjadi keinginan mahasiswa. Alhamdulillah tadi kesepakatan bisa kita penuhi dan akhirnya berjalan dengan lancar,” katanya.

Selama aksi berlangsung, personel kepolisian terus melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas. Tim Polwan negosiator juga memberikan imbauan secara persuasif agar peserta aksi tetap menjaga ketertiban dan menghormati hak masyarakat pengguna jalan.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, pendekatan dialog merupakan bagian dari pelayanan kepolisian dalam mengawal kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.

“Polri menghormati hak mahasiswa untuk menyampaikan pendapat. Pada saat yang sama, kami juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat pengguna jalan tetap dapat beraktivitas dengan aman dan lancar,” ujarnya.

Aksi mahasiswa di kawasan Bundaran Tugu Muda berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah menyampaikan orasi dan pernyataan sikap, massa kemudian kembali menuju Jalan Pemuda dengan pengawalan petugas sebelum membubarkan diri secara tertib.

Yuliyanto mengapresiasi seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara damai dan menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan baik dan kemudian membubarkan diri secara tertib. Sampai seluruh peserta meninggalkan lokasi, situasi di Kota Semarang dalam keadaan aman dan kondusif,” katanya.

Ia menegaskan, berakhirnya aksi secara tertib menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi dan aktivitas masyarakat dapat berjalan beriringan dengan adanya komunikasi, saling menghormati, serta pengawalan yang mengedepankan pendekatan humanis.

Dengan berakhirnya rangkaian aksi tersebut, aktivitas masyarakat di Kota Semarang kembali berjalan normal. Polda Jateng menegaskan akan terus mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan pelayanan humanis dalam mengawal setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....