Batu Bacan hingga Kalimaya Dipamerkan, Bursa Batu Nusantara Hadir di Semarang

  • 03 Okt 2026 11:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 45 stan dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan Bursa Pameran Batu Nusantara, Permata, Pusaka, dan Antikan di Pasar Batu Dargo, Jalan Dr Cipto, Kota Semarang, 3-4 Oktober 2026. Kegiatan tersebut digelar Paguyuban Semarang Bersatu dalam rangka memperingati hari jadi pertama.

Ketua Paguyuban Semarang Bersatu, Ahmad Muhaimin mengatakan, pameran tersebut diikuti pedagang batu dan permata, kolektor batu, kolektor keris, hingga kolektor barang antik. Peserta datang dari sejumlah kota, di antaranya Jakarta, Surabaya, Banyumas, Salatiga, Solo, Tegal, Pekalongan, dan Semarang.

“Kegiatan ini diikuti 45 stan dari berbagai kota di Indonesia. Ini momen yang sangat baik bagi masyarakat dan pecinta batu untuk datang langsung ke Pasar Batu Dargo,” kata Ahmad.

Menurut dia, pengunjung dapat melihat dan mendapatkan berbagai jenis batu Nusantara, batu permata, keris, hingga barang antik yang dibawa para pedagang dan kolektor. Pameran juga menjadi ruang pertemuan bagi komunitas dan pencinta batu dari berbagai daerah.

Ahmad mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan batu mulia dengan beragam karakter, warna, dan keunikan. Sejumlah jenis batu yang ditampilkan antara lain Garut, Bacan, Fokay, Cempaka, Anggur, Kinyang, Chalcedony, Amethyst atau kecubung, Sisik Naga, Kalimaya, Pandan, Baturaja, Idocrase, Klawing, hingga Nabire.

“Batu Nusantara diminati masyarakat karena warna, kualitas, dan keunikannya. Masih banyak jenis batu yang sampai sekarang diminati, seperti Nogosuwi, Ati Ayam, Tapak Jalak, Garut, Kalimaya, Pandan, dan Bacan,” ujarnya.

Ia berharap, pameran tersebut dapat kembali menggairahkan perdagangan batu di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang. Keberadaan pameran juga dapat membantu mempertemukan pedagang, kolektor, dan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap batu Nusantara.

Selain menjadi ajang transaksi dan pameran koleksi, kegiatan tersebut diharapkan mempererat hubungan antarpencinta batu akik dari berbagai daerah di Indonesia. Momentum hari jadi pertama Paguyuban Semarang Bersatu sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring komunitas dan pelaku perdagangan batu di Tanah Air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....