Penyalahgunaan Narkoba Dipengaruhi Beragam Faktor, Apa Saja?
- 26 Agt 2026 15:17 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Penyalahgunaan narkoba tidak hanya disebabkan oleh lemahnya iman atau perilaku individu semata, melainkan multifaktorial melibatkan aspek psikologis, keluarga, dan lingkungan sosial.
- Faktor psikologis, dinamika keluarga, dan tekanan lingkungan sosial dapat membuat seseorang rentan terjerat dalam adiksi narkoba.
- Seminar edukasi yang diselenggarakan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia Jawa Tengah menekankan peran penting perempuan dan generasi muda dalam pencegahan narkoba untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan bahagia.
RRI.CO.ID, Semarang - Penyalahgunaan narkoba tidak semata-mata disebabkan lemahnya iman atau perilaku individu. Faktor psikologis, keluarga, hingga lingkungan sosial juga dapat membuat seseorang rentan terjerat adiksi.
Hal tersebut disampaikan Psikiater RSI Sultan Agung Semarang, dr. Rifqi Ali Zaki, Sp.KJ, dalam Seminar Edukasi Pencegahan Narkotika Menuju Jateng Bersinar yang digelar Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan mengangkat tema “Peran Perempuan dan Generasi Muda Menghadapi Ancaman Narkoba Menuju Keluarga Sehat, Bahagia dan Bersinar”.
Menurut Zaki, adiksi merupakan salah satu bentuk gangguan mental yang penyebabnya kompleks. Seseorang dapat mulai menggunakan narkoba karena rasa ingin tahu, pengaruh teman, maupun gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi yang tidak tertangani.
“Tidak hanya satu permasalahan saja. Akan tetapi bisa dari banyak penyebab tunggal yang sangat kompleks sekali,” ujar Zaki.
Ia menambahkan, persoalan keluarga seperti konflik, kurangnya komunikasi, kekerasan, dan trauma juga dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap narkoba. Tekanan lingkungan pertemanan turut menjadi faktor, terutama ketika seseorang merasa harus mengikuti perilaku kelompok agar dapat diterima.
Lebih lanjut ia mentingnya mengurangi stigma terhadap orang yang mengalami adiksi. Menurutnya, masyarakat perlu memahami latar belakang seseorang agar penanganan dan pemulihan dapat dilakukan secara tepat, bukan hanya dengan menghakimi.
Sementara itu, peserta seminar, Prima, menilai edukasi tentang narkoba penting bagi generasi muda agar memiliki pengetahuan mengenai jenis narkoba sekaligus memahami cara pencegahannya. “Kita sebagai generasi muda tentunya jadi melek dan paham mengenai wawasan tentang apa itu jenis narkoba, terus bagaimana cara pencegahannya,” kata Prima.
Peserta lainnya, Okta, mengatakan kegiatan tersebut juga mendorong anak muda untuk berani menolak narkoba dan memilih lingkungan yang positif. “Kegiatan seperti itu sangat penting karena dapat menambah pengetahuan lebih mendalam tentang bahaya narkoba dan membangun kesadaran untuk berani menolak dan bilang tidak,” ujar Okta.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, generasi muda diharapkan semakin mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkoba, berani menolak tekanan lingkungan. Selain itu, juga membangun pergaulan dan aktivitas yang sehat dan positif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....