Cegah Peredaran Narkotika, BNN Jateng Sisir 6 Tempat Hiburan di Semarang

  • 03 Agt 2026 10:25 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID.Semarang -Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menggelar operasi yustisi di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Semarang, Jumat 31 Juli hingga Sabtu 1 Agustus 2026 dini hari. Operasi tersebut dilakukan untuk memastikan tempat hiburan tidak menjadi ruang tumbuh penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Petugas BNN Jawa Tengah menyisir enam lokasi hiburan malam, yakni Octopus Executive Karaoke, Golden Music, Valentine Karaoke, Mutiara Music, Diva Music, dan Seroja Karaoke. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan tes urine secara acak terhadap 16 orang yang berada di lokasi dan seluruh sampel dinyatakan negatif mengandung narkotika.

Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Agus Rohmat mengatakan perang melawan narkoba tidak mengenal istilah selesai. Menurutnya, pasca Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) justru menjadi momentum untuk meningkatkan intensitas pengawasan di wilayah yang memiliki potensi kerawanan.

"Pesan kami jelas, jangan pernah berpikir ada ruang aman bagi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di Jawa Tengah. BNN akan terus hadir melalui operasi, pengawasan, penindakan, dan pencegahan secara berkelanjutan. Tempat hiburan yang menjalankan usahanya dengan bersih tentu tidak perlu khawatir, tetapi siapa pun yang mencoba menjadikan tempat hiburan sebagai lokasi penyalahgunaan atau transaksi narkotika akan kami tindak sesuai ketentuan hukum," tegasnya dalam rilis Senin 3 Agutsus 2026.

Agus menambahkan, keberhasilan seluruh peserta pemeriksaan memperoleh hasil negatif patut diapresiasi sebagai indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat dan pengelola tempat hiburan. "Hasil tersebut tidak akan mengurangi intensitas operasi yang akan terus dilakukan secara acak dan berkelanjutan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Operasi sekaligus Penyidik Madya BNN Jawa Tengah, Kombes Pol. Ferry Sandy Sitepu mengatakan operasi yustisi merupakan langkah deteksi dini sekaligus upaya membangun efek pencegahan. Pihaknya ingin memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan harapan masyarakat, yaitu tempat hiburan yang bebas dari narkotika.

"Pemeriksaan dilakukan secara profesional, acak, dan humanis. Fakta bahwa seluruh hasil tes urine negatif tentu menggembirakan, tetapi kami tidak akan lengah. Operasi seperti ini akan terus kami lakukan tanpa pemberitahuan agar memberikan efek cegah bagi siapa pun yang berniat menyalahgunakan narkotika," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....